10 Alasan Untuk Berhenti Konsumsi Gula | Diet Sehat

10 Alasan Untuk Berhenti Konsumsi Gula

Apa akibat jika mengkonsumsi gula berlebihan bagi kesehatan Anda.

Gula sebenarnya adalah salah satu sumber karbohidrat yang dapat menambah kalori dan mengubahnya menjadi energi bagi kesehatan kita. Namun, dibalik manfaat gula yang besar bagi kesehatan, ada banyak penyakit yang dapat timbul dari konsumsi gula secara berlebihan, inilah 10 alasan mengapa gula berbahaya bagi kesehatan kita:

# Diabetes

Hingga saat ini, riset membuktikan bahwa obesitas adalah penyebab utama dari diabetes, bukan gula. Sementara itu, riset menunjukkan bahwa gula memiliki kontribusi untuk terjadinya diabetes, selain dari kalori itu sendiri. Peningkatan asupan dari soda harian per hari berhubungan dengan prevalensi diabetes sebanyak 1,1%.

# penurunan kemampuan belajar dan ingatan

Studi pada universitas Colombia di Los Angeles menyebutkan bahwa diet tinggi fruktosa dapat melemahkan kemampuan belajar dan mengingat. Ini terutama karena konsumsi syrup jagung yang kaya akan fruktosa. Namun, diet yang kaya akan omega 3 dapat mengurangi bahaya dari hal ini.

# kerapuhan gigi

Hubungan antara kerapuhan gigi dengan gula tidak diragukan lagi. Ada bukti-bukti yang signifikan tentang pemeliharaan gigi dengan asupan gula dengan jumlah yang berlebihan di bawah 5% dari diet dapat membantu menghindari diri dari karies gigi.

# asma

Pada tahun 2012, sebuah studi di Australia menyebutkan bahwa anak-anak yang meminum setengah liter soft drink per hari meningkat risikonya terkena asma dan COPD. Semakin banyak mengkonsumsi soft drink maka resiko penyakit respirasi akan semakin besar.

# serangan jantung

Pada 2014 dilakukan studi tentang hubungan konsumsi gula dengan penyakit jantung. Hasilnya, seseorang yang mengkonsumsi 25% dari kalorinya dari gula memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena penyakit jantung dibanding mereka yang hanya mengkonsumsi 7% gula pada asupan makanan harian mereka.

# tidak seimbangnya bakteri usus

Riset menunjukkan bahwa mengganti diet tinggi gula dapat mengubah komposisi dari bakteri usus selama 24 jam. Tidak seimbangnya bakteri usus dapat menyebabkan imunitas menjadi lemah, mengganggu pencernaan, meningkatkan infeksi, dan masih banyak lagi.

# obesitas

Studi pada orang dewasa maupun anak-anak menunjukkan hubungan gula berlebih dengan peningkatan berat badan. Pada 2014, pusat riset obesitas menyarankan untuk mengurangi konsumsi minuman manis pada anak-anak.

# meningkatkan risiko terkena kanker

Konsumsi gula berhubungan dengan peningkatan risiko dari kanker ovarium, kanker esophagus, dan kanker kelenjar, dan lain sebagainya. Gula juga meningkatkan obesitas yang mana berhubungan dengan kanker-kanker yang lain.

# meningkatkan kolesterol

Riset pada universitas Emory menemukan bahwa peningkatan beberapa faktor risiko dari penyakit jantung termasuk dari kolesterol LDL dan rasio antara LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol buruk).

# mempercepat penuaan

Telah lama diketahui bahwa penderita diabetes memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan yang lainnya (yang tidak menderita diabetes). Kelebihan gula darah memicu glycation, ketika gula mengikat molekul asam amino. Hasilnya, percepatan produksi hasil akhir glycation secara cepat membuat kulit menjadi tua, dan ini adalah faktor dari penyakit degeneratif.

 

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *