Aktivitas Fisik Dan Olahraga | Diet Sehat

Aktivitas Fisik Dan Olahraga

Aktivitas fisik dibagi menjadi 4 golongan, yakni sangat ringan, ringan, sedang, dan berat. Kebutuhan energi untuk berbagai aktivitas fisik dinyatakan dalam kelipatan AMB.

Kegemukan dan aktivitas fisik sangat erat kaitannya dalam diet. Aktivitas fisik menjadi hal yang cukup penting karena saat aktivitas fisik terjadi, kalori yang berlebih akan terbakar menjadi energy, lalu berkeringat dan terjadi pengurangan lemak pada tubuh, hal ini bisa terjadi apabila dilakukan secara rutin dan rajin.

Apalagi setelah makan diusahakan untuk tidak duduk dan dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang dapat membakar kalori, tetapi ini hanya berlaku bagi orang yang mengalami kelebihan berat badan.

Cara Menaksir Kebutuhan Energi Menurut Aktivitas Dengan Menggunakan Kebutuhan AMB

Laki- Laki

Sangat ringan: 1,30

Ringan: 1,65

Sedang: 1,26

Berat: 2,10

Perempuan

Sangat ringan: 1,30

Ringan: 1,55

Sedang: 1,70

Berat: 2,00

Aktivitas sangat ringan adalah aktivitas yang tidak terlalu menggunakan energi atau tenanga, bahkan tidak memerlukan tenaga. Maka, nilai yang dikeluarkan pun akan cenderung sama.

Aktivitas ringan, sedikit menggunakan energi atau tenaga, tetapi tidak terlalu ngoyo dalam melakukannya.

Aktivitas sedang, disini pemenuhan energi akan lebih banyak dibandingkan dengan yang sebelumnya, maka nilainya pun akan cenderung lebih berbeda lagi.

Aktivitas berat, aktivitas ini tentu saja sangat memerlukan energi yang jauh lebih besar di antara yang lain, dan dilihat dari nilainya, maka akan sangat berbeda sekali.

Orang yang berolahraga secara teratur dan tekun serta makan dengan baik akan merasa lebih segar dan dapat bekerja dengan lebih baik daripada orang yang tidak pernah melakukan olahraga atau aktivitas fisik sama sekali.

Mereka lazimnya memiliki tubuh yang baik, tegap, memiliki ketahanan dan kekuatan otot yang lebih besar. Keadaan fisik yang demikian itu diistilahkan sebagai ideal atau ramping dan penuh energi.

Orang yang berolahraga secara teratur serta terukur dapat menurunkan peluang sejumlah penyakit berat, seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, obesitas, dan osteoporosis. Selain fisik, olahraga juga memiliki manfaat secara psikologis juga, diantaranya dapat mengurangi ketegangan jiwa, cita rasa serta harga diri, meningkatkan rasa semangat serta rasa percaya diri.

Olahraga merupakan kegiatan yang dapat diterima oleh masyarakat, dapat disimpulkan banyak manfaat dari berolahraga yakni fisik, psikologis, dan sosial.

Jantung Koroner

Menyempitnya pembuluh darah dapat memicu terjadinya penyakit ini, hindari stres karena dapat meningkatkan hormon adrenalin dalam jumlah banyak sehingga dapat memicu radikal bebas bagi tubuh, awasi selalu tekanan darah Anda, hubungan tekanan darah yang meningkat erat kaitannya dengan jantung koroner yang ditandai dengan timbulnya bisul-bisul pembuluh darah.

Karena tekanan darah meningkat, maka timbul gesekan antara bisul-bisul tersebut yang menimbulkan luka dan akhirnya menjadi bisul pembuluh darah. Hindari merokok. Rokok yang mengandung banyak radikal bebas dan beracun erat sekali dengan penyakit ini. Dengan rajin berolahraga setidaknya dapat membantu menguatkan jantung Anda. Ditunjang dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang dengan cukup protein, vitamin, kalsium, mineral serta mengurangi lemak jahat.

Konsumsi buah dan sayur terlebih dahulu, setelah kenyang barulah makan nasi beserta lauknya. Lemak dan kolesterol inilah nantinya yang akan menutupi dinding pembuluh darah arteri yang memasok ke jantung.

Ciri khas dari penyakit ini adalah angina dan infark. Angina merupakan gejala yang ditunjukkan dengan rasa tidak nyaman pada dada yang berkaitan dengan stres secara emosional. Hal ini berupa tekanan berat badan, mengerutnya pembuluh darah, dan kesulitan bernapas. Waspadai selalu, karena sakit pada dada bisa menjalar dari ulu hati ke rahang dan lengan kiri.

Para angina akut sangat mudah berkeringat, mual dan rasa ingin muntah, serta kelelahan. Muokard infark yakni kematian otot jantung. Hal ini lebih mengerikan dari angina, rasa nyeri pad dada yang hebat, berkeringat, mual, muntah sampai pada hilang kesadaran. Kondisi kematian otot jantung ini bisa menyebabkan kematian.

Obesitas

Obesitas terjadi karena penumpukan lemak pada tubuh. Volume jumlah kalori yang berlebihan dan lemak yang menumpuk serta peningkatan berat badan menjadi peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, hal ini terjadi karena penyempitan pada pembuluh darah karena adanya timbunan lemak pada tubuh.

Obesitas merupakan hasil dari kombinasi antara tidak suka berolahraga, suka makan, dan kerentanan genetika. Maka dianjurkan bagi penderita obesitas untuk melakukan diet yang sehat dengan disertai asupan gizi yang tepat. Pola hidup sehat harus dihidupkan kembali demi tercapainya tujuan menurunkan kadar obesitas.

Anda pun dapat melakukan olahraga seperti mengikuti senam aerobik, poco-poco, atau fitness. Pada awal mungkin akan terasa sangat malas, tetapi ingatlah bahwa tubuh ideal nan indah serta sehat jauh lebih menarik dan sedap dipandang mata, jadikanlah hal ini sebagai motivasi Anda agar terhindar dari rasa malas.

Tidak lupa kebiasaan ngemil dimalam hari sangat cepat memicu terjadinya obesitas. Mengapa? Karena makanan yang sudah masuk ke tubuh nantinya akan mengendap di dalam tubu, alangkah baiknya jika dibiasakan sebelum tidur berolahraga ringan.

Osteoporosis

Sering disebut pengeroposan tulang karena kurangnya kalsium pada tulang. Tulang juga membutuhkan nutrisi tetap agar sehat. Melalui asupan makanan yang sehat serta minum susu, maka kebutuhan kalsium akan terpenuhi. Tidak lupa susu yang rendah lemak dan tinggi kalsium harus dicantumkan dalam daftar menu diet Anda, agar menyempurnakan program diet yang telah direncanakan.

Penyakit ini sering ditandai dengan rasa nyeri pada otot, terutama terjadi pada punggung. Sebagian orang menganggap bahwa osteoporosis hanya terjadi pada lansia saja, tetapi tahukah Anda bahwa semua wanita lebih rawan dibandingkan pria, karena adanya siklus haid, hamil, menyusui, dan menopause, peristiwa ini menyebabkan kalsium mudah terlepas dari tulang.

Namun, kebanyakan dari penderita tidak menyadari bahwa mereka terkena osteoporosis. Wajar, proses kehilangan kalsium dan tulang berlangsung secara diam-diam, tanpa rasa sakit dan secara progresif.

Terapi ceragem untuk atasi osteoporosis

Osteoporosis yang melanda para lansia dapat sedikit dikurangi atau bahkan disembuhkan dengan beberapa terapi dan obat-obatan. Salah satu terapi yang dipakai dalam mengatasi osteoporosis adalah terapi ceragem. Berikut ini manfaat dari terapi ceragem khususnya bagi para lansia.

  • Manfaat fisik, sebagai ketahanan dan kekuatan otot badan, mobilitas meningkat, berkurangnya sejumlah risiko penyakit berat, berkurangnya lemak pada tubuh, memiliki postur tubuh yang baik.
  • Manfaat psikologis, berkurangnya ketegangan pada jiwa, meningkatnya harga diri, semakin besar rasa sehat, berkurang perasaan murung.
  • Manfaat sosial, hubungan atau relasi dengan orang lain semakin bertambah, pengakuan dari orang lain.

Ketegangan jiwa dapat di atasi dengan cara mengajak berbicara dengan diri sendiri, disitu Anda menghafalkan ungkapan yang akan Anda katakan kepada diri Anda sendiri sebelum dan setelah situasi yang menegangkan. Teknik lain adalah dengan cara relaksasi.

Selain itu berolahraga juga baik bagi lansia untuk mencegah osteoporosis. Deskripsi gerakan olahraga ringan bagi lansia, diantaranya:

  1. Latihan angkat panggul, bagian tangan tubuh ada 2 struktur tulang yakni tulang panggul dan tulang rusuk. Diantaranya terdapat ruangan yang hanya disokong oleh otot. Apabila otot lemah dan sikap tubuh buruk, tulang rusuk jatuh kearah tulang panggul. Hal ini berakibat menekan bagian tengah kedepan sehingga menonjol. Perut yang menonjol dan menekan cakram-cakram dalam tulang punggung. Latihan ini dapat menolong meluruskan tubuh, membuat punggung jadi panjang dan menarik otot perut kedalam. Dalam posisi duduk atau berdiri, latihan dapat dijalankan setiap saat dan dimanapun. Berbaringlah, tengadah dan tekuklah lutut-lutu Anda keatas sehingga telapak kaki Anda rata dengan lantai. Kencangkan otot perut dengan menariknya kedalam agar punggung menekan ke lantai. Sewaktu otot-otot itu memendek, otot-otot itu akan menarik tulang kemaluan kedepan dan sedikit ketas.
  2. Lutut diatas tumit, dalam suatu latihan yang membutuhkan penekukan lutut, lutut harus tertekuk ke arah kaki dengan lutut diatas tumit. Lutut dan kaki yang arahnya berbeda dapat menimbulkan beban pada sendi lutut dan sendi tumit.
  3. Lompatan kesamping, dalam posisi ini telapak kaki mengarah lurus kedepan dan harus menapak ke lantai untuk mencegah pembengkakan pada lutut.
  4. Mengangkat tumit, beban harus diletakkan pada ibu jari kaki bila Anda mengangkat tumit. Apabila ditaruh pada ibu jari lainnya, sendi tumit akan mendapatkan tekanan.
  5. Menekuk atau membongkokkan pinggang, sewaktu melakukan hal ini pinggang harus dijaga tetap mantap dan tidak boleh condong kesamping. Jika tidak latihan kurang efektif, dan barangkali menimbulkan tekanan pada punggung bagian bawah.
  6. Memutar pinggang, selama memutar pinggul harus tetap menghadap kedepan, dan gerakan itu dilakukan dengan lambat dan hati-hati untuk mencegah hentakan pada punggung bagian bawah.
  7. Mengangkat abduktor pinggul, sewaktu melakukan angkatan-angkatan lateral untuk otot abduktor, tulang-tulang pinggul harus tetap ke depan dan tidak boleh menekuk kearah belakang. Ini menjamin hanya otot-otot abduktor yang digunakan untuk mengangkat kaki dan mencegah pembebanan pada wilayah punggung bagian bawah.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *