Cara menyiapkan makanan untuk meminimalkan racun | Diet Sehat

Cara menyiapkan makanan untuk meminimalkan racun

Menyingkirkan makanan tertentu hanya setengah pekerjaan – anda juga harus menyiapkan makanan dengan cara yang meminimalkan kemungkinan pengganggu endokrin akan bocor ke dalam makanan anda. Berikut adalah 16 tips untuk membantu anda melakukan hal itu:

  1. Singkirkan lemak dan kulit yag terlihat dari sumber protein manapun, baik ayam, daging, maupun ikan.
  2. Jangan makan produk hewani nonorganic penuh lemak. Selalu pilih susu skim bila memungkinkan
  3. Kupas kulit untuk menghilangkan residu pestisida dari sayuran dan buah-buahan.
  4. Potong bagian atas buah-buahan seperti apel dan pir untuk menghindari pestisida yang mungkin mengendap di sekitar tangkai.
  5. Lepaskan lapisan luar kubis dan selada, dan buanglah.
  6. Cuci botol minum plastic yang dapat digunakan kembali dengan tangan, jangan pernah di mesin pencuci piring.
  7. Bakar, panggang, atau rebus daging. Jangan menggorengnya.
  8. Hindari semua produk daging olahan,seperti hotdog dan sosis – bahkan, minimalkan pula asupan versi organic daging olahan karena produk-produk ini juga mengandung racun yang terkonsentrasi di organ mereka.
  9. Cuci buah dan sayur dengan sabun cuci piring lembut yang tidak mengandung aroma atau fosfat.
  10. Jangan menyimpan makanan dalam wadah plastic. Buang wadah-wadah plastic dan gantikan mereka dengan kaca.
  11. Hindari makanan kaleng sebanyak mungkin dan gantilah dengan memakan produk musiman.
  12. Beli kaldu, jus, susu dan produk cair lainnya dalam wadah karton, bukan kaleng.
  13. Jangan gunakan bungkus plastic, jika anda harus, pilih yang bebas BPA
  14. Saat memanggang, gunakan daging, ungags, atau ikan yang tidak akan membuat tetesan lemaknya terbakar. Simpanan lemak yang terbakar ini adalah karsinogen yang sudah dikenal, yang disebut heterosiklik amina (HCA) atau polisiklik aromatic hidrokarbon (PAH).
  15. Buanglah cairan yang menetes dari daging panggang, ikan atau ayam
  16. Beli sayuran, buah-buahan, daging, dan susu dari pasar petani organik lokal sesering mungkin.

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *