Dampak Negatif Langsing Instan | Diet Sehat

Dampak Negatif Langsing Instan

Kadang saat ingin membuat tubuh menjadi langsing, keinginan agar hasil yang cepat menjadi prioritas utama, hal ini disebabkan karena banyak orang yang putus asa karena program diet yang tak kunjung berhasil menjadikan seseorang melakukan hal ekstrem seperti sedot lemak dan operasi plastik untuk menyingkirkan ekstra lemak yang ada di tubuhnya.

Ini bukan hal yang bijak untuk dilakukan, penurunan berat badan terlalu cepat dan drastis ternyata lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Berikut ini beberapa dampak negatif langsing instan, diantaranya :

Hilangnya Massa Otot

Tubuh akan mencegah otot untuk menghasilkan energi saat kekurangan energi. Oleh karena lemak tubuh bukan cadangan energi yang efektif, tubuh akan memanfaatkannya sebagai cadangan terakhir. Hilangnya massa otot menyebabkan melambatnya metabolisme tubuh sehingga berat badan mudah naik lagi saat asupan makanan kembali ke pola makan biasa.

Hilangnya Cadangan Air Tubuh

Oleh karena komponen utama otot adalah air maka hilangnya masa otot berarti hilang pula cadangan air dalam tubuh. Hilangnya cadangan air dalam tubuh dpat menyebabkan dehidrasi dan akan menimbulkan berbagai masalah seperti sakit kepala, batu ginjal, diare, muntah, kelelahan, dan mengurangi kinerja fisik serta mental.

Situasi akibat dehidrasi yang sering dialami misalnya :

  • Lelah dan nyeri pada sendi dan punggung.
  • Peredaran darah menurun.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Sakit kepala dan pusing (dehidrasi tingkat sedang dan berat).
  • Kulit kering, keriput, berselulit.
  • Metabolisme tubuh melambat, begitu juga dengan proses berpikir. Pada dehidrasi ringan, metabolisme melamban sebanyak 3%.
  • Sistem imunitas (daya tahan tubuh) rendah.
  • Tertimbunnya racun
    Berat badan meningkat.
  • Mengalami gangguan pencernaan.
  • Infeksi saluran kencing.

Kulit Melonggar

Walaupun kulit bersifat elastis, proses meregang dan mengerutnya berjalan lembat. Kulit tidak mempunyai waktu untuk beradaptasi saat berat badn turun secara drastis sehingga terlihat longgar dan menggantung. Biasanya terlihat nyata di daerah perut dan lengan.

Rambut Rontok

Rambut membutuhkan protein untuk tumbuh sehat. Pembatasan asupan kalori secara drastis biasanya disertai pembatasan asupan protein. Kurangnya protein menyebabkan tubuh menggunakan protein yang ada untuk fungsi organ vital tubuh sehingga mengorbankan kesehatan rambut.

Selain itu, dampak dari langsing instan adalah mengganggu keseimbangan kolesterol dan garam empedu dalam kandung empedu, hal ini dapat berakibat menimbulkan terbentuknya batu di dalam kantung empedu.

penurunan berat badan terlalu cepat dan drastis ternyata lebih banyak kerugiannya dibandingkan dengan keuntungannya.

Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Saat Diet Untuk Langsing

Saat melakukan diet untuk langsing, sekali lagi ditekankan bahwa diet tidak sama artinya dengan mengurangi aktivitas makan agar dapat menjadi langsing. Pemahaman yang salah mengenai hal ini akan sangat membahayakan kesehatan yang kemudian hari akan merugikan tubuh. Bukannya mendapatkan tubuh yang langsing tapi metabolisme tubuh justru terganggu, misalkan berat badn turun, dalam waktu dekat naik kembali dalam waktu cepat (yoyo diet).

Saat melakukan diet untuk langsing, anda perlu mengetahui beberapa hal yang harus dihindari, diantaranya :

Berlapar Lapar

Belapar-lapar dapat menurunkan metabolisme tubuh yang kemudian memperlambat proses pembakaran lemak. Energi pun terkuras dan tubuh menjadi kurang fit dan loyo. Perlu dipahami, rasa lapar adalah salah satu pertanda bahwa perut kosong dan gula darah menipis. Apabila rasa lapar tak segera direspon, tubuh menjadi tak enak. Ini juga terjadi pada mereka yang makan hanya sekali atau dua kali sehari. Sebaiknya makan 5-6 kali sehari dengan cara tiga kali makan normal dan tiga kali camilan sehat agar dapat memacu metabolisme tetap tinggi. (baca artikel yang terkait dengan rasa lapar ” Pemicu Rasa lapar Yang Harus Diwaspadai “)

Tidak Sarapan Atau Melewatkan Makan Malam

Sarapan adalah waktu makan paling penting bagi tubuh. Setelah tidur 8 jam tanpa asupan nutrisi, tubuh sangat membutuhkan nutrisi yang didapatkan dari sarapan. Melewatkan sarapan berarti menghadapkan tubuh pada fase katabolik, yakni tubuh berusaha mengambil energi yang ada pada otot.

Saat tidur, kita membutuhkan banyak protein karena hormon pertumbuhan akan digunakan untuk meperbaiki semua sel-sel tubuh yang rusak. Oleh karena itu, pastikan konsumsi protein anda mencukupi saat diet untuk langsing. Konsumsilah protein sekitar 2-3 jam sebelum tidur dan karbohidrat 4 jam sebelum tidur. Juga, disarankan meminum kasein sebelum tidur untuk penyerapan protein yang lebih lambat.

Menghindari Buah-Buahan

Meskipun manis, gula yang dikandung dalam buah (fruktosa) berbeda dengan kandungan gula dalam kue, snack, atau minuman manis. buah mengandung banyak nutrisi dengan kalori minim, tidak seperti sumber gula lainnya. Tentu saja, saat berdiet anda harus menyeimbangkan asupan buah dengan makanan lain. Diet untuk langsing dengan menghindari buah sangat tidak dianjurkan.

Menghindari Susu

Susu sering kali dihindari ketika sedang menjalani diet karena dianggap sulit dicerna. Itu benar jika anda alergi laktosa. akan tetapi untuk seseorang yang tidak bermasalah dengan laktosa (gula dalam susu), susu tidak akan menimbulkan masalah. Produk susu mengandung 14 nutrisi penting seperti protein, vitamin A, Kalium, vitamin D, Kalsium, Mangnesium, dan beberapa jenis vitamin B yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Hanya Fokus Pada 1 Jenis Makanan

Bergantung pada satu jenis makanan untuk meurunkan berat badan agar langsing bukan cara yang efektif untuk jangka waktu penjang. Lemak tidak akan terbuang selamanya. Diet jenis ini biasanya membuat anda kekurangan vitamin dan mineral penting yang terkandung dalam kelompok makanan lain (yang anda hindari). Selain itu, anda tidak benar-benar belajar menerapkan pola makan yang baik sehingga setelah berat badan turun, kemungkinan untuk naik lagi justru lebih besar.

Mengurangi Asupan Makanan Secara Drastis

Mengurangi jumlah asupan makan secara drastis bukanlah cara yang bijak saat melakukan diet untuk langsing karena akan membuat anda kehilangan banyak energi untuk beraktivitas. Program diet harus direncanakan secara bertahap. mengurangi asupan makanan hanya akan membuat tubuh tidak fit sehingga penyakit mudah berjangkit. Meskipun sedang diet, kebutuhan nutrisi harus tetap dipenuhi. Diet bukanlah ajang menyiksa diri.

Membatasi Kalori Secara Berlebihan

Bagaimanapun, kalori dibutuhkan oleh tubuh sehingga membatasinya secara berlebihan akan membahayakan kesehatan. Diet kalori rendah dapat menyebabkan hilangnya massa air, lemak, dan otot sehingga tubuh memperlambat metabolisme. Jangan pernah mengonsumsi kurang dari 1.200 kalori per hari karena tubuh akan kesulitan menghasilkan energi untuk aktivitas sehari-hari dan mengatasi rasa lapar. Baca juga info terkait dengan Serat dan Manfaatnya Buat Kesehatan

Membuang Seluruh Lemak Dari Dalam Tubuh

Tubuh manusia membutuhkan lemak. Lemak melindungi tubuh dari cuaca dingin, melindungi tulang dari benturan benda keras dan masih banyak fungsi dari lemak itu sendiri. Membuang seluruh lemak dari dalam tubuh sangat jelas bukanlah ide yang sangat baik, apalagi jika melakukannya dengan cara operasi (sedot lemak).

Terlalu Membatasi Asupan Karbohidrat

Saat menjalani diet untuk langsing, sebagian besar orang sering kali membatasi asupan karbohidrat secara ekstrem karena menganggap hal ini dapat menurunkan berat badan dengan drastis. Perlu diketahui, menghindari karbohidrat dapat menyebabkan fluktuasi berat badan. Selain itu, juga bisa menimbulkan konsekuensi serius dalam jangka panjang, misalnya menyebabkan penyakit jantung. Diet terbaik adalah diet yang mengutamakan pemenuhan nutrisi secara utuh dan seimbang.

Membatasi Asupan Air

Metode dehidrasi sering kali digunakan saat seseorang ingin kurus secara instan. Dengan membatasi konsumsi cairan, tubuh menjadi langsing dalam waktu singkat. menghindari air bukanlah hal bijak yang bisa anda lakukan agar memiliki tubuh langsing dan sehat. kekurangan air akan berdampak pada dehidrasi yang kemudian mempengaruhi kenerja organ-organ vital dalam tubuh. Masalah kesehatan yang ditimbulkannya akibat pembatasan asupan air ini adalah dehidrasi yang ciri-cirinya jika hal ini terjadi adalah kepala menjadi pusing, pingsan, dan detak jantung semakin cepat. Kadangkala otot mengalami kerusakan hingga dapat memicu kematian. info lain diet yang berhubungan dengan air dapat anda lihat disini Air & Diet

Memaksakan Diri Tetap Diet Meski Tubuh Sudah Langsing

perlu dipahami apa tujuan utama dari diet yang anda lakukan?, selain metabolisme yang lancar dan badan yang sehat, sering kali tujuan utama diet adalah memiliki tubuh yang langsing. Apabila anda telah memiliki tubuh yang langsing dan sehat, buat apa meniksa diri dengan beragam metode diet ketat yang justru akan membuat metabolisme tubuh anda terganggu.

Diet ketat yang dilakukan saat tubuh masih dalam batas normal justru akan membuat tubuh berada di bawah garis normal atau malnutrisi. Keadaan ini jelas berdampak megatif bagi aktivitas sehari-hari. Tubuh akan mudah lelah, anemia dan kurang konsentrasi.

Sembarang Menggunakan herbal Untuk Diet

Jangan sembarangan menggunakan herbal untuk diet, apalagi produk tersebut tidak direkomendasikan pakar kesehatan. Meskipun herbal cenderung tidak memiliki efek samping, tetapi penggunaannya harus tetap diawasi dan tidak boleh sembarangan. Hal ini berkaitan dengan takaran dan dosisnya. Takaran dan dosis yang salah, baik berlebihan maupun kurang, justru akan mengganggu metabolisme tubuh. Jika sudah demikian, kesehatan akan menjadi taruhannya. Bukannya memperoleh tubuh yang langsing dan sehat, justru penyakit yang didapatkan.

Jika anda ada pertanyaan seputar masalah Berat Badan, Diet dan Nutrisi, silahkan Chat kami di FACEBOOK MASSENGER atau KLIK Icon biru FB Messenger yang ada di kanan layar anda 🙂 .

Author: irvanhafid

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *