Diet dan Hipertensi | Diet Sehat

Diet dan Hipertensi

Salah satu kaitan yang diketahui, diantaranya konsumsi garam yang berlebihan, karena terlalu banyak garam dapat memperkeras denyut nadi. 

Bagaimana makanan dengan dash diet…?

TEKANAN DARAH TINGGI

Ada beberapa kriteria mengenai penyakit hipertensi, yaitu:

  1. Normal dengan sistolik <130 dengan diastolik <85
  2. Perbatasan 130-139 dengan diastolik 85-89
Dengan derajat Sistolik Diastolik
Ringan 140 -159 90 – 99
Sedang 160 – 179 100 – 109
Berat 180 – 209 110 – 119
Sangat berat >210 >120

 

Gejala umum hipertensi

  • Sakit kepala, jangan diremehkan jika Anda menderita sakit pada kepala, siapa tahu ada sesuatu yang sedang menyerang Anda, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar segera terdeteksi. Karena kebanyakan masyarakat menganggap remeh sakit kepala yang biasa saja, tetapi ternyata dalam jangka panjang baru terdeteksi bahwa mereka mengidap sakit tertentu.
  • Rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk, jika rasa pegal ini berkepanjangan bisa dimungkinkan hipertensi sedang menghampiri Anda.
  • Perasaan berputar seperti tujuh keliling serasa ingin jatuh, ini ada kaitannya dengan pusing atau sakit kepala, bila sakit kepalanya cukup parah, maka rasa ingin jatuh pun mudah sekali menghampiri Anda, segera lakukan penanganan lebih lanjut.
  • Detak jantung terasa cepat, sangat jelas detak jantung normal tidak terlalu cepat, tetapi jika ternyata yang terjadi adalah detak jantung yang begitu cepat, bisa dipastikan terjadi ketidaknormalan menyerang Anda.
  • Telinga berdenging, telinga yang sehat dan normal tidak terjadi bunyi dengingan atau semacamnya, tetapi jika hal ini terjadi segeralah cek pada dokter THT untuk mematiskannya. Karena, jika telinga mengalami dengingan ada ketidaknormalan pada telinga dalam Anda.

Berbagai komplikasi akibat hipertensi

Kerusakan pada otak, hal ini terjadi karena jaringan otak kekurangan oksigen akibat penyumbatan/pecahnya pembuluh darah pada otak. Akibatnya timbul kelemahan/kelumpuhan badan dengan berbagai gangguan lainnya.

Kerusakan pada jantung, dapat menyebabkan pembesaran otot jantung kiri yang berakhir dengan gagalnya jantung menjalankan fungsinya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Keadaan ini ditandai dengan bengkak pada kaki dan kelopak mata, cepat lelah dan sesak napas.

Kerusakan gagal ginjal, ginjal yang rusak amat berbahaya karena dapat mengakibatkan gagalnya fungsi ginjal untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya dan zat yang diperlukan lagi oleh tuubuh. Akhirnya, penderita memerlukan cuci darah.

Kerusakan mata, dapat menyebabkan kebutaan.

Untuk mengelola makanan pada penderita tekanan darah tinggi, inilah jenis dan jumlah makanan yang baik untuk disantap setiap harinya:

  • Padi-padian 7-8 kali penyajian, yang mencakup roti, serealia, nasi, dan pasta. Selain rendah lemak, padi-padian kaya akan karbohidrat kompleks dan nutrisi. Keseluruhan padi-padian ini memberikan lebih banyak fiber dan nutrisi, seperti magnesium, dibandingkan dengan berbagai makanan olahan.
  • Buah-buahan dan sayur, 8-10 penyajian, makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran mungkin salah satu hal terbaik. Selain bebas lemak dan rendah kalori, buah dan sayur memberi fiber dan berbagai nutrisi, termasuk  kalium dan magnesium. Ia juga mengandung pitokemikal, zat yang dapat mengurangi risiko terkena penyakit karidiovaskuler dan beberapa jenis kanker.
  • Produk susu, 2-3 kali penyajian. Susu adalah sumber kalium dan vitamin D yang dapat membantu tubuh Anda menyerap kalium. Ia juga memberi protein, tetapi juga dapat mengandung banyak lemak. Dengan memilih jenis susu yang rendah lemak, seperti skim atau rendah lemak dan yoghurt, serta keju bebas lemak.
  • Daging, unggas dan ikan 2 kali penyajian.
  • Tumbuhan polong, kacang dan biji-bijian 4-5 kali penyajian seminggu.

Diet dash menekankan manfaat dari 3 mineral-kalium, kalsium-magnesium, yang merupakan faktor kunci dalam mengelola tekanan darah tinggi.

Untuk mengendalikan tekanan darah tinggi dan memperbaiki kesehatan Anda, cobalah memasak tanpa garam dan tanpa minyak atau lemak lain.

Tips sebagai permulaan

  • Untuk memperlezat rasa makanan tanpa menambah garam atau lemak, gunakan bawang, jamu, dan rempah-rempah, lada segar, dan jahe segar.
  • Penyedap sayur dengan jamu diberi mentega.
  • Kurangi jumlah daging pada rebusan sebanyak sepertiga dan tambahkan lebih banyak sayuran, nasi, atau pasta.
  • Ganti produk olahan berlemak tinggi dengan produk susu berlemak rendah, seperti susu skim, keju krim rendah lemak, dan krim asam.
  • Sebagai pengganti gula, gunakan kayu putih, pala, vanili dan buah-buahan.
  • Beli alat masak non-stik untuk mengolah makanan tanpa menambah lemak. Anda dapat menghemat 120 kalori dan 14 gram lemak bila menggunakan wajan non-stik.
  • Tumis bawang, jamur, dan seledri dalam sedikit anggur jika bersodium rendah atau air, sebagai pengganti mentega atau minyak.
  • Bakar, rebus, atau sangrai makanan.
  • Masaklah ikan diatas kertas atau foil.

Kadar natrium yang rendah berkorelasi dengan penurunan terbesar dalam tekanan darah tingkat pra-hipertensi dengan menunjukkan penurunan tekanan darah secara keseluruhan. Kombinasi dash diet dengan diet kontrol tekanan darah tinggi pada tingkat natrium dari 1.500 mg per hari adalah penurunan rata-rata 11,5/5,7 mmHg.

Polong

Masuk dalam kategori sayuran, banyak mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral. Di setiap 100 gram polong terdapat 8 gram protein, kandungan seratnya dalam 100 gram bisa mencukupi 33% kebutuhan serat harian, padahal kebutuhan serat harian normalnya 30-50 gram per hari.

Golongan susu

Susu merupakan protein, karbohidrat, vitamin A, dan niacin, serta mineral. Susu dibagi menjadi 3 kelompok.

Susu tanpa lemak

Susu skim cair: 1 gelas (2.000 k+)

Tepung susu skim: 4 sdm (20 k+)

Yoghurt tanpa lemak: 2/3 gelas (120 k+)

Susu rendah lemak

Keju: 1 potong kecil (35 Na++, ko+)

Susu kambing: 3/4 gelas (165 k+)

Susu kental tawar: 1/2 gelas (100 k+)

Susu sapi: 1 gelas (200 k+)

Tepung susu asam: 7 sdm (35 k+)

Yoghurt susu penuh: 1 gelas (200 k+)

Susu tinggi lemak

Susu kerbau: 1/2 gelas (100 k+)

Tepung susu penuh: 6 sdm (30 k+, ko +)

Keterangan:

Na ++ : Natrium >400 mg

Ko+ : tinggi kolesterol

K+ : tinggi kalium

Garam menjadi pemicu utama pada darah tinggi atau hipertensi, sehingga banyak pakar kesehatan diet menyarankan bagi Anda yang menginginkan diet hiperteni untuk tidak membiasakan menggunakan garam secara intens. Sesekali Anda bisa memasak tanpa garam, telebih jika kandungan natrium pada penderita hipertensi diatas 250 gram per hari.

Anda harus memperhatikan kandungan nutrium dalam diet, berkisar antara 200-250 mg/hari. Diet ini harus dilakukan dengan telaten dan cukup lama. Makanan yang sering dianjurkan bagi penderita hipertensi pun cukup umum, yakni sayuran dan buah-buahan, mengapa harus begitu? Karena keduanya banyak mengandung serat.

Sebagai mana kita ketahui bahwa serat merupakan komponen penting dalam menyukseskan diet Anda, terutama vitamin C yang dapat menurunkan hipertensi.

Serealia bermanfaat menyerap lemak mengandung serat yang banyak. Seperti namanya menyerap lemak, sudah barang tentu sangat baik bagi diet Anda apalagi ditambah adanya serat akan sangat memudahkan program diet Anda.

Adapun jenis makanan yang harus dihindari pada penderita hipertensi, yakni:

  1. Jenis makanan kaleng. Yups… dengar namanya saja terbesit instan apalagi menelisik kandungannya sudah barang tentu merupakan salah satu makanan yang malah akan memicu tingginya tekanan darah Anda karena banyaknya kandungan natrium yang ada pada makanan kaleng. Seperti yang kita tahu bahwa natrium adalah salah satu zat  yang dapat memicu tekanan darah tinggi, proses pembuatan makanan kaleng pun sudah barang tentu menggunakan kadar garam yang cukup tinggi.
  2. Makanan berlemak. Lemak merupakan hal yang patut kita atur porsinya, jika tidak lemak akan menimbun pada tubuh lalu menjadikan lemak jenuh yang menetap sehingga berat badan pun akan meningkat, untuk mencegahnya maka hindari makanan yang mengandung lemak jenuh.
  3. Jenis ikan yang mengandung asam lemak, wajib Anda hindari dalam rangka mengurangi tekanan darah tinggi.

Untuk hal-hal yang sangat wajib Anda hindari dan kegiatan yang harus Anda lakukan adalah:

Alkohol dan Rokok.

Alkohol, penggunaan alkohol yang berlebih apabila dikonsumsi secara rutin, maka akan gampang menimbulkan berbagai macam jenis penyakit termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi, untuk waktuu yang lama alkohol akan merusak saraf otak, jantung, paru-paru, dan semua organ dalam rusak karena alkohol.

Sementara hipertensi erat hubungannya dengan jantung. ginjal, dan otak. Dalam alkohol terkandung kalori yang tinggi. Lemak yang berlebihan memberikan tekanan berlebih pada arteri dan jantung, yang secara tidak langsung akan memicu tekanan darah tinggi.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah kombinasi dari stres dan alkohol. Stres dapat memicu tekanan darah tinggi karena pada faktanya orang yang depresan akan cenderung mengonsumsi alkohol, secara bersama-sama bisa juga menjadi faktor risiko meningkatnya tekanan darah menjadi tinggi. Dalam penelitian, peminum akan memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dengan hampir 4 mmHg dibanding dengan orang yang bukan peminum.

Berhenti merokok dan meminum alkohol, zat-zat kimia beracun dalam rokok dan alkohol yang masuk ke aliran darah menimbulkan aterosklerosis. Akibatnya tekanan darah meningkat dan membuat jantung bekerja lebih keras. Alkohol menyebabkan meningkatnya kadar kortisol, volume sel darah merah. Akibatnya akan naik sekitar 10%, kebiasaan minum alkohol harus dihilangkan <15 ml per hari.

Kontrol Berat Badan Anda.

Tidak ada salahnya jika kita peduli dengan diri kita sendiri, dengan rutin mengontrol berat badan, Anda akan mengetahui kalori setiap asupan yang akan Anda konsumsi setiap harinya.

Latihan Fisik Sesuai Anjuran Dokter Anda.

Berenang, joging, jalan kaki sangat baik bagi penderita hipertensi. Dan, olahraga ini dilakukan sebaiknya minimal seminggu 3 kali.

Kelola Stres.

Kurang tidur, begadang yang tidak ada perlunya akan memunculkan stres emosional, pada saat begadang jantung akan bekerja lebih keras sehingga membuat tekanan darah menjadi naik, maka kelolah stres Anda, dan istirahat yang cukup.

Diet, dalam komponen ini pun meliputi:

  1. Pengurangan asupan kalori bagi penderita obesitas.
  2. Pembatasan asupan makanan yang mengandung lemak tinggi sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh dengan sempurna, bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama.
  3. Pembatasan asupan garam dan natrium, akan menimbulkan cairan yang berlebih sehingga akan terjadi penumpukan dan volume meningkat, pada akhirnya akan memicu peningkatan tekanan darah.
  4. Memperbanyak asupan buah dan sayur yang mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat yang sangat baik bagi kesehatan. Sayuran dan buah mengandung potasium yang mampu menjaga tekanan darah agar tetap stabil, kandungan potasium yang tinggi dalam darah akan membuang sodium.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *