Diet Tanpa Rasa Lapar Dan Sakit | Diet Sehat

Diet Tanpa Rasa Lapar Dan Sakit

Rasa lapar adalah hal paling menyiksa bagi orang yang melakukan diet. Bagaimana agar kita tidak merasakan lapar saat sedang berdiet? Jawabannya sederhana: kita harus kenyang! Jelas, karena dalam kondisi lapar kita cenderung menghabiskan makanan yang ada di depan mata dan hasilnya, badan justru melar.

Kondisi lapar sangat tidak baik untuk diet, mengapa? karena saat lapar kita cenderung makan lebih cepat dan dalam porsi besar sehingga tubuh kelebihan kalori yang berpotensi menjadi timbunan lemak. Semakin lama kita lapar, semakin parah pula ‘siksaan’ yang dirasakan. Ironisnya, kita membutuhkan makanan yang lebih banyak agar rasa lapar berkurang.

Sering lapar juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Padahal, untuk memaksimalkan pembakaran lemak, metabolisme tubuh justru harus ditingkatkan, bukan malah diperlambat. Dalam tingkat yang lebih parah, jika kita terlalu sering merasa lapar maka kita akan terobsesi dengan makanan dan selalu memikirkannya. Jika sudah demikian, rasa lapar dan rasa sakit  saat melakukan diet terasa berlipat ganda.

Beberapa alasan mengapa lapar sangat tidak baik untuk menurunkan berat badan yaitu :

  • Ketika kita lapar, kemungkinan besar kita justru makan dalam porsi besar dan menyantap dengan cepat. Pada akhirnya, tubuh kita kelebihan kalori dan menjadi timbunan lemak.
  • Terus-terusan menahan lapar membuat rasa lapar semakin menjadi-jadi. Ironisnya, saat itu terjadi kita justru akan makan lebih banyak.
  • Jika sering menahan lapar, pikiran akan didominasi oleh makanan dan kita akan semakin terobsesi ingin makan.
  • Metabolisme tubuh otomatis terhambat karena menahan lapar.

Jadi, menahan lapar bukanlah solusi yang baik untuk menurunkan berat badan.

Kelaparan Saat Berdiet, Haruskah?

Apakah harus kelaparan saat berdiet? Apakah ada korelasi penting antara kelaparan dengan menurunkan berat badan? Cynthia Sass, penulis buku bestseller S.A.S.S.! Yourself Slim: Conquer Cravings, Drop Pounds and Lose Inches mengatakan bahwa, “You don’t need to experience constant hunger in order to lose weight – in fact, you shouldn’t,” yang jika diterjemahkan secara bebas akan bermakna bahwa Anda tidak perlu kelaparan hanya untuk menurunkan berat badan. Sungguh kabar gembira bukan? Cynthia menambahkan, “Biasanya, seseorang akan merasa lapar ringan sampai sedang tiga-empat kali sehari. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang akan membuat Anda kenyang dan berenergi selama tiga sampai lima jam, baru kemudian rasa lapar-yang merupakan sinyal untuk mengisi bahan bakar-kembali.”

Kelaparan sampai sedang bukanlah rasa lapar yang menyiksa hingga sakit kepala atau merasa kelaparan sepanjang hari sehingga Anda tidak perlu melewatkan waktu makan atau membatasi asupan dibawah 1.200 kalori setiap hari-dengan begini tentu saja Anda tidak akan merasa kelaparan! Cynthia meyakinkan bahwa itu adalah pola makan normal dan merupakan cara yang baik untuk mempertahankan agar asupan gizi Anda seimbang. Hal ini dapat membantu mencegah kebiasaan makan berlebihan sehingga Anda tidak lagi mengonsumsi lemak ekstra yang sedang Anda coba singkirkan. Ini juga menghindari Anda dari kurang makan yang dapat meyebabkan organ vital dalam tubuh kekurangan gizi yang membuat Anda merasa super kelaparan yang mengarah pada makan sebanyak-banyaknya. Menurut Cynthia, jika Anda selalu lapar artinya Anda tidak cukup makan yang pada akhirnya memicu kerusakan otot, memperlambat metabolisme, dan mengacaukan sistem kekebalan tubuh.

Kelaparan jelas memiliki potongan besar dalam puzzle penurunan berat badan dan Anda harus menyediakan waktu untuk ‘bermain-main’ dengan diet Anda guna mencari tahu berapa banyak asupan yang Anda butuhkan agar Anda tak merasa kelaparan. Mengetahui pola rasa lapar alami Anda adalah kunci untuk memperoleh tubuh langsing impian tanpa merasa kesakitan karena kelaparan.

Apakah Rasa Lapar Itu?

Rasa lapar adalah perasaan tidak nyaman dalam perut. Rasa tak nyaman karena kelaparan biasanya tidak begitu menyiksa dan akan menghilang setelah makan. Namun, ada beberapa orang yang mengalami rasa lapar yang lebih parah karena berbagai alasan tertentu.

Rasa lapar biasanya muncul setelah seseorang tidak mengonsumsi makanan dalam jangka waktu tertentu. Rasanya tak nyaman mulai muncul pada saat terjadi konstraksi otot saat perut kosong selama beberapa jam. Selama kontraksi berlangsung, sensasi tidak menyenangkan dirasakan seseorang dan rasa ‘menyakitkan’. Bila ini adalah alasan rasa lapar dirasakan, mengonsumsi makanan yang tepat biasanya cukup menghilangkan ketidaknyamanan.

Rasa lapar juga muncul ketika kadar glukosa dalam darah menurun. Kurangnya kadar glukosa dalam darah menyebabkan kontraksi perut. Biasanya diawali dengan kontraksi ringan dan akhirnya semakin kuat hingga seseorang mengonsumsi sesuatu yang dapat meningkatkan gula darahnya.

Rasa lapar pun dapat muncul sehubungan dengan gangguan pencernaan tehap awal. Sensasi yang dirasakan biasanya mirip dengan rasa lapar biasa, namun rasa tidak nyaman itu terus dirasakan meski telah mengonsumsi sesuatu. Jika ini yang terjadii, penderita harus segera menghubungi dokter. Masalah gangguan pencernaan tahap awal masih dapat dicegah dan diatasi jika segera ditangani.

Wanita hamil juga sering kali merasa lapar sehubungan dengan kondisi kehamilannya. Rasa lapar saat hamil juga dapat terjadi karena pergerakan janin dalam kandungan menyebabkan otot perut berkontraksi. Ada juga kemungkinan ibu hamil belum memenuhi jumlah nutrisi yang diperlukan. Dalam kebanyakan kasus, mengonsumsi makanan tinggi nutrisi akan meredakan rasa tak nyaman tersebut dengan cepat. Namun, apabila rasa sakit belum mereda, segera cari bantuan medis.

Dalam banyak kasus, rasa lapar hanyalah cara tubuh menunjukkan saat makan dan minum. Keberadaan rasa lapar yang konstan bisa menjadi tanda sesuatu yang lebih serius. Seseorang yang sering merasa lapar dan nyeri perut kemungkinan harus mengubah pola makannya.

Kamu juga harus baca Pemicu Rasa Lapar Yang Harus Diwaspadai agar diet kamu bisa sukses.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *