Estrogen Dan Progesterone II | Diet Sehat

Estrogen Dan Progesterone II

Sebelumnya baca ertrogen dan progesteron I

Kebanyakan wanita cenderung untuk bertambah berat badan beberapa kilo selama masa transisi ini, menjalar sampai menjadi lingkaran setan: lebih banyak estrone, lebih banyak lemak pada perut; lebih banyak lemak pada perut, lebih banyak estron.

Lingkaran setan estrogen lainnya berhubungan dengan insulin. Insulin meningkatkan kadar sirkulasi estrogen, dan estron menyebabkan resistensi insulin. Menurut mayo clinic, estrogen lima puluh sampai seratus kali lebih tinggi pada wanita pascamenopause yang kelebihan berat badan dibandingkan mereka yang lebih ramping. Ini mungkin yang menyebabkan risiko kanker 20 persen lebih besar (khususnya kanker payudara) pada wanita berumur yang gemuk.

Progesterone membantu menyeimbangkan estrogen dan dapat membantu mengelola beberapa masalah tersebut. Jadi, ketika kadar progesterone menurun, hal ini menciptakan masalah juga. Sebagai contoh, saat progesterone turun tepat sebelum anda menstruasi, ketidakseimbangan itu mungkin memicu keinginan untuk makan, terutama karbohidrat. Progesterone juga menurun pada saat menopause, bahkan lebih dramatis dari estrogen. Karena progesterone juga merupakan precursor untuk testosterone dan estradiol maka ketika produksi progesterone merosot, anda juga mulai kehilangan efek-efek pembakaran lemak dari hormon-hormon yang secara metabolik positif tersebut.

Bagaimana dampak estrogen dan progesterone terhadap metabolisme pria:

Ketika estrogen seimbang dengan testosterone pria, dampak negatifnya pada metabolisme sedikit. Namun, ketika estrogen tidak seimbang dengan hormon lain, pria bisa kehilangan keuntungan efek membangun otot dan membakar lemak mereka. Saat itulah mereka cenderung untuk memiliki payudara-pria (yang dikenal sebagai “moobs”) dan lemak di panggul, fitur yang biasanya terlihat pada perempuan.

Bagaimana estrogen dan progesterone bisa kacau:

Biasanya orang berpikir bahwa semua masalah keseimbangan hormon wanita berasal dari penurunan kadar estrogen, terutama pada masa perimenopause dan menopause, PMS, atau menstruasi pasca-melahirkan (nifas). Namun, ternyata, semakin banyak wanita dalam budaya barat yang cenderung memiliki estrogen terlalu banyak daripada  terlalu sedikit.

Selama lima puluh tahun terakhir, dokter mulai melihat perubahan pubertas pada anak perempuan-perkembangan payudara, tumbuhnya rambut kemaluan, dan awal menstruasi telah terjadi semakin dini dan semakin dini. Kasus kanker payudara melonjak 40 persen dalam tiga puluh tahun terakhir. Banyak tanda-termasuk penurunan jumlah sperma dan meningkatnya kasus kanker prostat-mengindikasikan bahwa pria menghadapi masalah kelebihan estrogen yang sama.

Sebagian besar dari kasus gangguan hormon berasal dari ledakan xenoestrogen yang luar biasa di lingkungan. Tubuh kita semakin terempas dengan estrogen sintetik pengganggu endokrin. Mereka terkandung dalam bahan kosmetik dan produk pembersih di bawah westafel, sampai pengawet dalam makanan serta plastic pembungkusnya. Anda akan melihat betapa mengejutkan ruang lingkup dampak hal-hal tersebut terhadap keseimbangan hormon kita.

Faktor lain juga bisa meningkatkan kadar estrogen yang tidak sehat, seperti stress, ,kurangnya lemak atau protein yang berkualitas; serta terlalu banyak biji-bijian olahan, gula olahan, dan makanan olahan. Kita akan berbicara tentang semua faktor ini, karena kelebihan muatan estrogen adalah salah satu krisis yang paling penting pada biokimia kita dewasa ini.

Secara alami, pria rentan terhadap kenaikan estrogen seiring dengan bertambahnya usia mereka. Namun, setiap tambahan kelebihan dapat menyebabkan masalah lebih lanjut dengan menurunnya metabolisme, berkurangnya pembentukan otot, dan penurunan libido. Untuk pria muda, meningkatnya kadar estrogen hampir selalu merupakan produk dari estrogen lingkungan. Kelebihan estrogen ini menempatkan kita pada risiko tinggi terkena kanker, ketidaksuburan, diabetes, dan kondisi serius lain.

Berbeda dengan pemikiran tradisional, beberapa peneliti sekarang percaya bahwa kebanyakan gejala hormonal perimenopause atau menopause tidak disebabkan oleh menurunnya estrogen, tetapi akibat anjloknya progesterone. Beberapa peneliti percaya bahwa terlalu banyak estrogen dan terlalu sedikit progesterone menciptakan “dominasi estrogen”.

Stress juga dapat membuat ketidakseimbangan ini lebih buruk. Kortisol dan progesterone bersaing untuk reseptor yang sama pada sel anda. Jadi, ketika anda kelebihan kortisol, anda mengancam aktivitas progesterone sehat.

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *