Hipertensi Terjadi Akibat Berlebihnya Darah Yang Mengalir | Diet Sehat

Hipertensi Terjadi Akibat Berlebihnya Darah Yang Mengalir

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dianggap sebagai salah satu penyakit kronis, seperti diabetes. Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah naik melebihi standar kriteria yang ada. Dunia pengobatan tradisional timur menilai tekanan darah tinggi sebagai fase perubahan tekanan darah yang bisa terjadi setiap saat. Hal ini bisa dikontrol dengan mengatasi penyebab utamanya.

Mengapa hipertensi dianggap sebagai fenomena alami tubuh? Biasanya, tubuh menyuplai darah secukupnya dengan tekanan normal. Namun, ada faktor tertentu yang membuat darah tidak bisa diedarkan ke seluruh tubuh hanya dengan tekanan normal. Tubuh akan meningkatkan tekanan demi menjaga peredaran darah tetap berlangsung. Fase ini disebut dengan hipertensi. Hipertensi juga disebut homeostasis tubuh untuk menjaga peredaran darah secara alami. Manusia makan saat lapar. Manusia merasa lelah saat kekurangan energi. Dengan kata lain, hipertensi bukanlah penyakit.

Hipertensi dibagi menjadi “hipertensi primer” dan “hipertensi sekunder”. Hipertensi sekunder setara dengan 5 % hipertensi, tetapi jantung dan ginjal mengalami masalah. Hipertensi primer adalah 95% hipertensi yang muncul ketika tekanan darah meningkat, tetapi tidak diketahui penyebabnya. Dalam pengobatan modern, hipertensi jenis ini hanya bisa dikontrol atau diringankan gejalanya dengan terapi penyembuhan sesuai gejala yang ada. Sebagian besar orang yang tidak mengetahui penyebabnya akan mengonsumsi obat hipertensi.

Selain hipertensi primer dan sekunder, ada pula “hipertensi darurat”. Hipertensi jenis ini adalah kondisi saat tekanan darah meningkat tajam yang jika dibiarkan tubuh akan berada dalam kondisi kiritis dalam waktu singkat. Pada kasus ini, tekanan darah tidak hanya naik, tetapi kerja organ-organ terkait pun terganggu. Beberapa tahun terakhir ini kualitas hidup manusia sudah meningkat pesat. Jumlah pasien hipertensi parah semakin berkurang. Diagnosis dan pengobatan hipertensi darurat pun sudah sangat jarang.

Hampir tidak ada lagi tekanan darah kritis seperti hipertensi darurat yang perlu segera diturunkan dengan obat. Mereka yang harus minum obat hipertensi hanyalah para pasien hipertensi akibat penyakit jantung dan ginjal, penderita hipertensi sekunder dengan tekanan darah meningkat 5 %, dan beberapa pasien hipertensi darurat. Sisanya, hipertensi tidak dianggap sebagai penyakit.

Penyebab Naiknya Tekanan Darah

Sebagai fase tubuh untuk melindungi organ yang lemak sejak lahir.

Penyebab hipertensi berbeda-beda, tergantung latar belakang penderitanya. Ada yang mengalaminya pada ginjal, jantung, sistem pencernaan seperti limpa dan lambung, dan ada pula yang mengalaminya akibat proses  penuaan pada titik-titik akupuntur. Organ tubuh yang lemah sejak seseorang lahir bisa menjadi penyebab munculnya hipertensi. Tubuh mengalirkan banyak energi untuk melindungi organ yang lemah tesebut. Dengan kata lain, tekanan darah meningkat pada proses menyuplai banyak darah dalam waktu cepat ke organ yang lemah dan melindunginya dari penyakit. Hipertensi bukan penyakit besar, tetapi merupakan fase alamiah tubuh untuk tetap bertahan. Organ yang lemah menjadi penyebab penting munculnya semua penyakit, tidak terbatas pada hipertensi.

Minum Minuman Keras dan Merokok.

Ketika merokok, pembuluh darah perifer akan berkontraksi atau menyusut dan mengakibatkan tekanan darah meningkat. Semakin lama seseorang merokok, semakin mudah dia mengalami “ketergantungan racun karbon monoksida kronis”. Dia pun juga berisiko terkena arteriosklerosis, stroke, serangan jantung, dan gagal jantung. Nikotin yang terkandung dalam rokok merangsang saraf simpatik. Ketika saraf simpatik bekerja cepat dan kondisi tubuh menjadi tegang, pembuluh darah pun berkontraksi. Sekresi senyawa, seperti adrenalin, yang meningkatkan tekanan darah pun akan meningkat. Akibatnya, tekanan darah naik.

Umumnya, tekanan darah seseorang akan turun jika dia minum alkohol dalam jumlah wajar. Namun, denyut jantungnya akan bertambah cepat dan wajahnya akan pucat, walaupun dia mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Saat mengonsumsi alkohol, perhatikan kandungan alkohol dan kalorinya. Satu gram alkohol setara dengan 7 kkal. Semakin tinggi frekuensi meminumnya, semakin tinggi kalorinya. Minum minuman keras berlebih akan mengakibatkan obesitas karena asupan kalori yang masuk kedalam tubuh berlebih. Hal ini pun disebut sebagai hipertensi. Selain itu, penganan yang disajikan sebagai pendamping minuman keras (biasanya asin dan berminyak) juga dapat menjadi penyebab obesitas. Jika terlalu banyak makan penganan asin, tekanan darah akan meningkat akibat asupan garam yang berlebih. Hal ini bisa menyebabkan stroke.

Jika Anda mengalami hipertensi atau ingin mencegahnya, hindari minum minuman keras dan berhentilah merokok.

Perbedaan Suhu yang Ekstrem.

Orang-orang yang hidup di negara empat musim suka memanaskan suhu ruangan diatas 20 derajat C, bahkan pada saat musim dingin sekalipun. Suhu ruang yang hangat tidak akan menimbulkan masalah bagi penderita hipertensi. Namun, tekanana darah akan mengalami gangguan ketika terpapar perbedaan suhu yang tajam antara suhu di dalam ruangan dan di luar ruangan. Misalnya, jika seseorang berada didalam ruangan yang hangat, lalu tiba-tiba terpapar suhu di bawah 0 derajat C di luar ruangan, pembuluh darah perifer orang tersebut akan berkontraksi, pori-pori tersumbat, dan respons luar (suhu,kelembapan, tekanan atmosfer, dan angin yang ada diluar tubuh) serta respons dalam tubuhnya menjadi kacau. Akibatnya, tekanan darah meningkat tajam. Pada kasus tertentu, tekanan darah bisa meningkat dan mencapai lebih dari 200 mmHg.

Mengejan Saat Buang Air Besar.

Saat buang air besar, tekanan darah bisa melebihi 200 mmHg. Zaman dahulu, orang buang air dengan berjongkok sehingga tenaga bertumpu pada kaki dan mencegah meningkatnya tekanan darah. Namun, orang zaman sekarang duduk di toilet. Saat mengejan, tekanan yang sama naik ke kepala. Akibatnya, tekanan darahnya bisa mencapai lebih dari 200 mmHg.

Obesitas.

Dokter dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, Alan Weader dan rekannya, Nicholas Schork, menganalisis bahwa tekanan darah akan meningkat untuk mempertahankan tubuh yang perlahan-lahan membesar akibat kurang olahraga dan mengonsumsi makanan tinggi kalori. Mereka tidak melihat adanya kemungkinan seseorang mengalami hipertensi setelah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam. Mereka menyebutkan bahwa tekanan darah berkaitan dengan pembuluh darahh dan jalan pembuluh kapiler. Tekanan darah turun hanya dengan mengontrol berat badan.

Stres Berlebih.

Manusia tidak bisa mengontrol aktivitas jantung dan tekanan darah karena keduanya dikendalikan oleh saraf otonom. Peningkatan fungsi saraf simpatik akan menyebabkan daya tahan otot dan denyut nadi jantung meningkat. Akibatnya, tekanan darah naik. Sebaliknya, tekanan darah menurun jika fungsi saraf parasimpatik ditingkatkan. Tekanan darah meningkat pada organ yang sering marah, stres dalam waktu lama, dan gelisah. Tekanan darah kembali normal saat dia bisa menenangkan dirinya. Saat saraf simpatik bekerja cepat ketika seseorang sering measa tegang, stres, atau gelisah, secara alamiah tubuh akan menyesuaikan diri dengan meningkatkan tekanan darah.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *