Hormon Metabolik Testosteron dan DHEA | Diet Sehat

Hormon Metabolik Testosteron dan DHEA

Androgen testosterone dan DHEA tidak hanya untuk pria.

Jangan khawatir ladies, meningkatkan hormon-hormon ini tidak akan mengubah kita menjadi Neanderthal yang berjalan dengan menyeret buku-buku jari. Bahkan, kedua hormon ini dapat membantu meningkatkan energi kita, membuat kita ingin habis-habisan di gymbasium, dan membantu kita membangun lebih banyak otot pembakar kalori. Itu sebabnya kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk melindungi kadar mereka, karena begitu kita bertambah tua, kadar mereka mulai menurun.

Dari mana testosterone dan DHEA berasal:

testis, ovarium, dan adrenal. Pria menghasilkan sebagian testosterone dalam kelenjar reproduksi mereka, yaitu testis. Sama seperti estradiol bagi perempuan, testosterone membantu laki-laki mengembangkan karakteristik seks sekunder, seperti rambut tubuh dan wajah. Namun, testosterone membantu, baik pria dan wanita, untuk meningkatkan libido, menjaga energi tetap tinggi, melindungi tulang, dan mempertahankan fungsi mental di usia lanjut.

Sebagian besar testosterone perempuan berasal dari adrenal, yang juga menjadi sumber DHEA mereka. Sebagai precursor testosterone (dan estradiol), DHEA dapat membantu mencegah kanker payudara, penyakit jantung, gangguan ingatan, dan fungsi otak, serta osteoporosis. Mengagumkan memang, hormon DHEA bahkan mungkin membantu kita hidup lebih lama.

Bagaimana dampak testosterone dan DHEA terhadap metabolisme anda:

sesuai definisinya, androgen adalah hormon anabolic. Mereka membangun, bukan menghancurkan. Syukurlah, yang mereka bangun sebagian besar adalah otot. Baik pada pria maupun wanita, testosterone membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot, meningkatkan libido, serta meningkatkan energi. Pada wanita, testosterone juga dapat diubah menjadi estrogen. Testosterone dan DHEA adalah kekuatan yang baik dalam perang metabolik.

Bagaimana testosterone dan DHEA bisa menjadi kacau:

testosterone dan DHEA adalah hormon orang muda. Ketika pria dan wanita semakin tua, produksi keduanya mulai menurun. Menurut Scott Isaacs, sekitar sepertiga dari semua wanita mengalami tingkat androgen yang rendah pada beberapa titik dalam hidup mereka. Mulai usia tiga puluh tahun, kadar testosterone pria turun sekitar 1 sampai 2 persen pertahuun. Pada kebanyakan pria, penurunan “andropause” ini lambat dan stabil. Ini berbeda dengan kehilangan estrogen dan progesterone pada perempuan yang lebih cepat (yang pada dasarnya, terjun dari tebing saat menopause). DHEA juga menurun. Karena ia merupakan faktor pembangun yang penting bagi begitu banyak hormon maka semua kadar hormon pun menderita.

Ketika kita kehilangan androgen kuat ini di usia lanjut, beberapa hal terjadi:

libido terpeleset, otot kehilangan massa, mendapat lemak perut, dan tulang melemah. Motivasi untuk berolahraga berkurang, yang benar-benar tragis karena olahraga membantu untuk meningkatkan testosterone. Pria dengan kadar testosterone abnormal rendah, hampir tiga kali lebih mungkin menjadi depresi dibandingkan pria dengan testosterone tinggi.

Yang membuat keadaan menjadi lebih buruk, ketika berat badan naik, tubuh mulai mengonversi lebih banyak testosterone dengan estrogen. Estrogen ini kemudian dapat mulai membayangi efek testosterone pada lingkaran setan lain: lebih banyak estrogen, lebih banyak lemak; lebih banyak lemak, lebih banyak estrogen. Testosterone terus tersisih dari persamaan ini.

Suplementasi testosterone adalah bidang baru bagi pria dan wanita. Meskipun beberapa penelitian tampaknya sangat menjanjikan, dokter tetap sedikit berhati-hati sampai penelitian jangka panjang selesai. Salah satu bidang yang jelas berbahaya adalah ketika orang muda mencoba untuk menyuplementasi androgen mereka tanpa bantuan ahli endokrinologi. Ketika pria dan wanita muda mengonsumsi steroid anabolik buatan, mereka sesungguhnya melatih kelenjar mereka untuk menghasilkan lebih sedikit androgen mereka sendiri. Itu sebabnya, orang yang mengonsumsi steroid cenderung memiliki testis kecil dan suara cempreng – tubuh mereka berpikir bahwa mereka memiliki banyak hormon pria sehingga mereka berhenti memproduksi hormon mereka sendiri. (sangat berlawanan dari apa yang mereka inginkan, kan?)

Risiko lain datang ketika orang mendiagnosis diri dengan “kelelahan adrenal” – sebuah istilah yang sangat trendi pada masa yang penuh stress ini – dan mulai untuk melengkapi dengan DHEA tanpa berkonsultasi pada ahli endokrinologi. Ketika dilakukan secara tidak benar, jenis suplemen tersebut dapat melakukan salah satu dari dua hal ini:

  • Menekan produksi hormon adrenalin (karena adrenal anda sekarang percaya bahwa anda memiliki cukup hormon yang beredar sehingga berhenti membuatnya sendiri).
  • Penyebab tubuh anda mengubah DHEA yang berlebihan menjadi kelebihan estrogen (yang dapat memperburuk masalah anda dengan lemak tubuh dan memperburuk risiko kanker).

Intinya: jangan main-main dengan suplementasi tanpa bantuan medis. Anda akan jauh lebih baik mengoptimalkan produksi androgen alami tubuh anda. Anda dapat melakukannya dengan melindungi adrenal – sumber lebih dari 50% produksi androgen perempuan – dan pastikan anda mengonsumsi banyak lemak dan protein berkualitas baik, serta vitamin dan mineral (seperti vitamin B dan Seng) untuk membangun steroid yang penting ini.

Di ujung lain spectrum, beberapa wanita mengalami PCOS, sindrom ketika mereka memiliki terlalu banyak androgen. PCOS secara rumit terkait dengan resistansi insulin, tetapi para peneliti masih belum 100 persen yakin mengenai penyebabnya. Wanita dengan PCOS sering mengalami menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang abnormal, dan sulit hamil. Sayangnya, kelebihan androgen dan resistansi insulin juga mengirim banyak lemak langsung ke perut perempuan, meniru pola berat badan pria. Karena kita masih belum tahu persis darimana, kesempatan terbaik kita untuk menghindari PCOS adalah dengan mengatur kadar insulin kita – yang merupakan tugas nomor satu pada diet ini.

 

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *