Kolesterol Tinggi Terjadi Akibat Banyaknya Lemak Di Dalam Darah | Diet Sehat

Kolesterol Tinggi Terjadi Akibat Banyaknya Lemak Di Dalam Darah

Secara sederhana, kolesterol tinggi didefinisikan sebagai “kondisi darah yang keruh akibat mengandung banyak lemak”. Lemak disini adalah kolesterol dan trigliserida. Kolesterol terbagi dua, yaitu “kolesterol baik” dan “kolesterol jahat”. Kolesterol tinggi adalah kondisi ketika darah mengandung banyak “kolesterol jahat”. Umumnya, seseorang dididagnosis mengalami kolesterol tinggi ketika jumlah kolesterol dalam pemeriksaan darah mencapai lebih dari 240 mg/dL atau trigeliserida lebih dari 150 mg/dL (1 dL sama dengan 0,1 liter).

Kolesterol

Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang tersebar luas di dalam tubuh, seperti di jaringan lemak, liver, otot, otak, dan darah. Kolesterol tidak larut di dalam darah. Kolesterol tersebut bergabung dengan lipoprotein, lalu pindah ke dalam darah. Ada sekitar 10% kolesterol yang terkandung diseluruh tubuh manusia.

Lipoprotein bisa disebut sebagai “pengedar” karena lipoprotein memindahkan lemak yang tidak larut dalam air, seperti kolesterol, dari satu organ ke organ lainnya. Tubuh menyimpan lemak dalam lapisan yang tertutup protein agar lemak tersebut bisa mengalir di dalam darah. High Density Lipoprotein (HDL) tidak masuk ke membran sel. HDL pindah ke darah dan dikeluarkan melalui liver. Sebaliknya, ketika Low Density Lipoprotein (LDL) tiba di permukaan sel, LDL tersebut masuk ke membran sel melalui “pintu” khusus. Selain itu LDL disimpan di dalam sel. HDL dan LDL keduanya merupakan kolesterol. Namun, HDL mengumpulkan kelebihan kolesterol di dalam tubuh dan mengembalikannya ke liver. HDL di sebut “kolesterol baik”. LDL berperan membawa kolesterol yang di produksi liver ke masing-masing jaringan. Jika jumlah LDL berlebih, LDL itu akan mempercepat timbulnya arteriosklerosis. Akibatnya, LDL disebut “kolesterol jahat”.

Kolosterol merupakan unsur penting dalam pembentukan dinding sel di dalam tubuh. Jumlah dinding sel mencapai 60 triliun lebih. Tubuh sangat memperhatikan keseimbagan kadar kolesterol. Tubuh memperoleh kolesterol 20-30% dari makanan dan 70-80% dari penyusunan kolesterol pada liver dan usus halus. Kadar kolesterol di dalam tubuh tidak mengalami banyak perubahan, walaupun Anda mengonsumsi makanan bebas kolesterol. Jika Anda sering makan makanan berkolesterol, produksi kolesterol pada liver atau usus halus akan berkurang. Sebaliknya, jika jarang memakannya, produksi kolesterol pada tubuh akan meningkat. Tubuh sangat akurat dalam menjaga kadar kolesterol dalam darah.

Bagian dalam tubuh berperan penting untuk mengontrol kadar kolesterol. Tubuh memproduksi hormon seks wanita dan pria. Demikian pula dengan pembentukan hormon stres dan mineral pada kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal). Selain itu, tubuh memproduksi asam empedu dan membantu pencernaan lemak. Jika kadar kolesterol berlebih, tubuh mudah terserang stres dan daya tahan tubuh melemah. Akibatnya, tubuh dapat terserang berbagai penyakit dengan mudah.

Trigliserida

Trigliserida menjadi sumber energi bagi otot, jantung, dan lain-lain. Sama halnya dengan kolesterol, trigliserida diperlukan dalam menjaga aktivitas dan fungsi tubuh. Trigliserida menyusun glusida atau alkohol sebagai bahan mentah pada liver.

Glukosa digunakan lebih dahulu sebagai sumber energi didalam tubuh. ketika kadar glukosa berkurang, trigliserida berperan menggantikannya. Namun, kadar trigliserida akan meningkat saat lipid atau glusida banyak digunakan, baik saat aktif maupun tidak. Glusida yang digunakan secara berlebih akan mempercepat pembentukan trigliserida pada liver. Glusida yang digunakan secara berlebih akan mempercepat pembentukan trigliserida pada liver. Sisa trigliserida yang telah digunakan sebagai sumber energi terserbut akan tersimpan pada organ-organ dalam dan jaringan lemak. Sebagian lagi akan dilepaskan ke darah.

Pada dasarnya, trigliserida merupakan lemak yang disimpan di dalam tubuh. Oleh karena itu, trigliserida juga disebut sebagai lemak subkutan atau lemak visceral. Sebenarnya, trigliserida juga disebut sebagai energi cadangan untuk mempertahankan keberadaan manusia. Saat tubuh kekurangan pasokan glukosa, trigliserida seperti berfungsi sebagai gudang penyimpanan energi cadangan dan bisa digunakan setiap saat.

Berbeda dengan orang-orang zaman dahulu yang harus menyimpan makanan cadangan, generasi sekarang bisa makan dengan mudah, kapan pun dan dimana pun. Orang kota cenderung mengonsumsi makanan yang melebihi energi yang dikeluarkan tubuh. Makanan yang dikonsumsi berubah menjadi glukosa didalam tubuh, tetapi tidak bisa digunakan lagi. Sisanya akan berubah menjadi glikogen dan disimpan di liver. Inilah yang disebut trigliserida. Lemak ini berpindah ke arteri dan meningkatkan kadar kolesterol darah. Akibatnya, tubuh mengalami berbagai macam penyakit, seperti obesitas dan pembengkakan liver.

Kadar kolesterol darah dapat dibedakan berdasarkan musim, jenis kelamin, dan usia seseorang. Kadarnya cenderung meningkat 10-20% di antara dua bulan dalam setahun. Fenomena ini mengakibatkan makin tingginya kadar kolesterol seseorang jika mengonsumsi makanan berlemak saat musim dingin dibandingkan saat musim panas. Hal ini terjadi karena tubuh menyimpan sisa lemak yang ada. Ditinjau dari jenis kelamin, kadar kolesterol wanita usia 30-40 tahunan, kadar kolesterolnya akan meningkat tajam. Fenomena ini bisa jadi sama atau lebih tinggi dari yang dialami pria. Hal ini akan berlangsung sampai Anda berusia 60 tahunan. Kadar kolesterol akan berubah seiring bertambahnya usia. Pada usia 20 tahunan, kadar kolesterol darah pada wanita dan pria masih dalam tahap wajar. Namun, kadarnya akan meningkat secara bertahap sejak usia 40 tahunan. Kadar kolesterol akan menurun secara alamiah saat usia 70 tahunan.

Masalahnya, orang-orang tidak mengetahui tentang perubahan tubuh yang alamiah ini. Tidak sedikit diantara mereka yang minum obat setelah didiagnosis menderita kolesterol tinggi. Obat memang mengembalikan kadar kolesterol darah ke keadaan normal. Namun, mereka akan terus mengonsumsi obat jika tidak mecoba menyembuhkan diri sendiri dan hanya mengandalkan obat. Akibatnya, mereka mengalami efek samping dari penggunaan obat tertentu.

Orang-orang selalu menganggap bahwa karbohidrat dari nasi merupakan penyebab timbulnya kolesterol jahat. Karbohidrat masuk ke dalam tubuh dan berubah menjadi lemak. Saat karbohidrat dikonsumsi melebih jumlah yang dibutuhkan tubuh, kadar kolesterol akan meningkat. Pembuluh darah pun tersumbat secara perlahan. Selain itu, Anda dapat menderita penyakit jantung dan arteriosklerosis. Kadar kolesterol darah yang tinggi juga bisa menimbulkan penyakit alzheimer atau demensia. Hal ini terjadi karena kolesterol tidak bisa dikendalikan tepat waktu dann langsung mengalir ke otak.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *