Kondisi Darah Yang Dapat Merusak Tubuh | Diet Sehat

Kondisi Darah Yang Dapat Merusak Tubuh

Seorang dokter asal Jepang melakukan penelitian mendalam tentang kaitan antara darah dan penyakit. Beliau adalah Hironori Takahashi, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus spesialis darah. Dalam bukunya yang berjudul Darah yang Menyelamatkanku, Darah yang Menuakanku, dan Darah yang Berbahaya Bagiku (Penerbit Firforest, 2009), dia menyebutkan bahwa darah dapat langsung memberitahu mengenai kondisi tubuh, walaupun sudah ada resep pengobatan. Kondisi darah cukup membantu dalam menentukan penyakit.

Melalui analisis “Observasi Darah Segar”, dia menjelaskan kaitan antara gejala penyakit dan kondisi darah yang terlihat. “Darah orang sehat itu jernih dan bersih. Sebaliknya, sebagian besar penderita penyakit akibat gaya hidup yang keliru seperti-seperti gejala kelumpuhan, stroke, atopi, sakit kepala, dan obesitas-memiliki darah yang kotor dan pekat. Pada kasus darah kehilangan kemampuan untuk membersihkan, darah itu terlihat memiliki plak yang hitam pekat. Terlihat pula perubahan bentuk sel darah merah (eritrosit) pada darah pasien kanker pankreas, kanker prostat, dan kanker payudara. ‘Darah berbahaya’ ini mengancam kesehatan Anda. Kemungkinan besar darah ini juga bisa menyakiti seluruh tubuh Anda.

Penyebab Darah Menjadi Kotor

Sejak lahir, manusia memiliki darah dan pembuluhh darah yang bersih dan sehat. Beranjak dewasa, darah semakin kotor. Darah kotor menyebabkan berbagai macam zat sisa memenuhi dinding pembuluh darah. Akibatnya, peredaran darah terganggu dan mengancam kesehatan. Mengapa darah dan pembuluh darah yang semula bersih semakin lama semakin kotor?

Gaya hidup dan pola makan modern adalah penyebab utamanya. Anda bisa mengetahui jawaban mengapa darah menjadi kotor dengan memperhatikan kembali keseharian Anda. Apa saja yang Anda lakukan dan makan setelah bangun pagi? Apa Anda  bisa terbebas dari stres jika Anda sering berjalan kaki dan menghabiskan waktu bersama teman-teman? Mungkin hanya sedikit orang yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan memuaskan. Sebelum zaman industrialisasi seperti sekarang, orang terus beraktivitas, sejak bangun pagi hingga menjelang tidur pada malam hari. Orang harus bertani, berjalan kaki dalam jarak jauh jika ada urusan yang perlu diselesaikan, dan menemui orang-orang secara langsung jika ada yang ingin dibicarakan. Kini, pola hidup manusia berubah. Orang-orang menjadi terbiasa menghabiskan waktu di dalam ruangan. Akibatnya, aktivitas gerak merak semakin berkurang. Mereka juga jarang bisa meluangkan waktu untuk berolahraga. Terlebih lagi berolahraga di udara terbuka kini semakin sulit dilakukan. Akibat berkurangnya kegiatan di luar ruangan, kesempatan untuk bisa berjemur di bawah sinar matahari semakin berkurang. Pola hidup seperti ini menyebabkan darah menjadi kotor. Jika kondisi ini terus berlanjut, racun akan berkumpul di dalam darah. Jika Anda terus menjalani kehidupan tanpa mengeluarkan keringat, sedikit bergerak, minum minuman keras, merokok, mudah stres, darah Anda akan menjadi kotor.

Masalah yang lebih besar lagi adalah makanan tinggi kalori dan makanan instan. Makanan olahan dan makanan instan diproduksi secara massal dan mengandung berbagai mcam zaat kimi tambahan dan pengawet. Makanan-makanan tersebut bisa menjadi penyebab kotornya darah akibat adanya berbagai macam kandungan logam berat yang timbul dari perbuhan lingkungan. Lemak dan logam berat akan mengalir didalam darah dan menghasilkan berbagai macam zat sisa di pembuluh darah. Semakin menumpuk racun di dinding pembuluh darah, semakin sempit pula jalur yang dilalui darah. Akibatnya, sel darah merah sulit melewati jaur yang sempit itu. Kondisi ini mepersulit pengangkutan oksigen dan nutrisi ke berbagai organ tubuh.

Kegemaran orang-orang masa kini yang senang makan dan menikmati camilan pada malam hari juga membuat darah menjadi kotor. Secara umum,  lambung memerlukan waktu untuk mencerna makanan dan minuman. Diperlukan waktu 2-3 jam untuk mencerna karbohidrat, 4-5 jam untuk mencerna protein, dan 7-8 jam untuk mencerna lemak. Jika Anda mengonsumsi banyak daging, daging itu akan dicerna maksimal lebih dari 12 jam.

Jika Anda banyak makan, sistem pencernaan Anda akan kelelahan karena waktu untuk mencerna makanan semakin panjang. Anda juga akan kesulitan buang air besar. Akibat banyak makan, energi yang dibutuhkan oleh lambung dan usus untuk mencerna makanan menjadi semakin besar. Jumlah energi yang dibutuhkan untuk bagian lain pun menjadi berkurang karena energi sebelumnya sudah terkuras untuk mencerna, menyerap, dan mensekresikan asupan makanan pada sistem pencernaan. Tidak semua nutrisi yang diserap itu digunakan oleh tubuh. sisa-sisa nutrisi itu akhirnya terkumpul menjadi lemak dan mengotori darah. Inilah yang menyebabkan terjadinya perut buncit dan obesitas. Terakhir, banyak makan secara otomatis akan mengubah tubuh menjadi “lingkungan penghasil racun.” Ketika Anda bekerja pada saat Anda seharusnya beristirahat, Anda akan menjadi tegang dan stres. Hal ini pun dapat menghasilkan racun ditubuh. Orang yang terpaksa bekerja tanpa istirahat akan mudah emosi.

Mengemil pada malam hari-seperti halnya banyak makan-juga merupakan penyebab utama kotornya darah. Biasanya, tubuh memiliki waktu untuk membuang dan mengeluarkan racun dari 3-4 pagi sampai siang hari. Pada malam hari, metabolisme tubuh akan melemah dan kemampuan cerna akan berkurang. Seusai makan malam, tubuh harus mempunyai waktu kosong yang cukup. Namun, orang yang mengemil larut malam seolah-olah memaksa sistem pencernaan yang seharunya istirahat untuk kembali bekerja. Hal itu tentu membuat tubuh menjadi stres. Keesokan harinya, fungsi pembuangan air besar pun melemah dan gerakan pristaltik di usus menjadi tidak lancar. Menikmati camilan pada malam hari sama dengan memasukkan racun ke dalam tubuh. Darah tidak mungkin bersih jika tubuh dipenuhi racun. Justru, darah yang kotor itu akan berpengaruh buruk terhadap pembuluh darah.

Orang-orang zaman sekarang selalu menyiksa pembuluh darah mereka. Sayangnya, mereka sulit mengubah kebiasaan itu. Semua orang tahu bahwa kesehatan merupakan hal penting. Namun, mereka cenderung menganggap remeh hal itu. Untuk mengembalikan kesehatan dalam waktu singkat, darah harus dibersihkan. Itulah sebabnya terapi detoksifikasi sangat dibutuhkan.

Artikel Terkait :

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *