Manfaat Kesehatan pada Daun Kelor | Diet Sehat

Manfaat Kesehatan pada Daun Kelor

Daun kelor atau Moringa oleifera yang biasa juga disebut dengan “Pohon Ajaib”, adalah pohon asli dari Asia Selatan namun sekarang dapat ditemukan di seluruh daerah tropis. Mesir kuno, Yunani dan Romawi banyak menggunakan tanaman ini setidaknya 4.000 tahun yang lalu untuk mengobati sejumlah masalah kesehatan.

Saat ini, tanaman daun kelor dikatakan dapat menyembuhkan atau mencegah lebih dari 300 penyakit. Daun Kelor kaya akan antioksidan yang dikenal dapat melindungi diri terhadap radikal bebas, mengurangi efek, dan mencegah penyakit seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. Di dalam Daun kelor, ia mengandung 92 nutrisi dan 46 antioksidan alami, serta senyawa anti-inflamasi.

meskipun daun kelor kecil, tetapi terkandung sejumlah besar nutrisi termasuk protein, kalsium, vitamin A,B,C,D, E, dan K serta besi diantara banyak nutrisi berharga lainnya seperti asam amino isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.

sementara buah kelor biasanya lebih sedikit mengandung nilai gizi, tetapi kaya akan vitamin C. bahkan, satu cangkir polong (100 gram) saja mengandung 157 persen kebutuhan harian anda untuk vitamin C.

Daun kelor kering atau dalam bentuk bubuk yang dapat ditaburkan pada makanan. ketika muda, polong panjang sering dimakan seperti kacang hijau atau bahkan okra dan benih, yang menyerupai kacang polong, bisa dimakan langsung atau bahkan dihancurkan menjadi minyak. Bahkan setiap bagian dari pohon ini bisa dimakan, termasuk bunga dan akar, sehingga tanaman penyembuhan yang tak ternilai.

Sementara itu, tanaman daun kelor tidak dikenal di dunia barat sampai saat ini, namun peneliti dengan cepat melakukan penelitian untuk mempelajari manfaat kesehatan dari daun kelor ini. Bahkan National Geographic Society mendukung penelitian tentang daun kelor bahkan diakui sebagai Botanical of the year oleh National Institutes of Health.

Salah satu alasan pohon ini sangat populer adalah karena tumbuh begitu cepat dan bisa dipanen sepanjang tahun, membuatnya menjadi pilihan sempurna untuk melengkapi gizi, seperti ditempat-tempat yang kurang nutrisi seperti Malawi, Senegal, dan India.

Daun kelor saat ini banyak digunakan sebagai anti-jamur, anti-diabetes, anti-tumor, dan efek anti inflamasi.

Manfaat Kesehatan Daun Kelor

1. Anti-Kanker

Kunci daun kelor sebagai anti-kanker adalah antioksidannya yang tinggi, di mana ini dikenal sebagai senyawa yang menyerang radikal bebas dalam tubuh kita, yang dapat menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel-sel tubuh. di antara antioksidan ini adalah vitamin C dan beta-karoten yang ditemukan dalam daun dan polong.

antioksidan kuat lainnya adalah zeatin, quercetin (dikenal membantu menurunkan tekanan darah) dan asam chlorogenic (zat yang juga ditemukan dalam kopi) yang lebih dikenal untuk membantu mengatur kadar gula darah, membuatnya menjadi anti-diabetes serta agen anti-kanker. Daun ini juga mengandung kaempferol (nutrisi kunci yang membuat tubuh menjalani fungsinya secara selular).

Kekuatan antioksidan dari kelor telah dipelajari secara luas. salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmu dan teknologi pangan menunjukkan bahwa mengonsumsi tujuh gram atau 1,5 sendok teh daun kelor bubuk selama 3 bulan secara signifikan dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah.

Studi lain pada tahun 2015 diterbitkan dalam PLoS One mengungkapkan bahwa daun kelor bertindak sebagai anti-kanker dengan “penurunan motilitas sel dan pembentukan koloni di usus dan baris sel kanker payudara”. Para peneliti menyimpulkan bahwa daun kelor ” mungkin merupakan alat terapi yang berharga untuk digunakan sebagai bagian dari terapi untuk perawatan payudara yang agresif dan karsinoma kolorektal”.

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Oncology Letters, lebih lanjut mengungkapkan potensi terapi daun kelor dalam mengobati berbagai jenis kanker, termasuk paru-paru, payudara, dan kanker kulit.

Daun Kelor juga mengandung banyak asam amino non-esensial seperti alanin, arginin, asam aspartat, sistein, glisin, histidin, serin, prolin, tirosin, dan asam glutamat, yang mempromosikan berbagai sifat penyembuhan luka, meningkatan kekebalan, penekanan pertumbuhan tumor kanker, serta pertumbuhan otot dan jaringan

2. Anti-Inflammatory

Selain sifat antioksidan/ anti-kanker yang kuat, kelor dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi peradangan. Daun, polong, dan biji mengandung isothiocyanates, flavonoid, dan asam fenolik, yang antara lain membantu sakit maag

Minyak, dibuat dari daun (kadang disebut ben-oil) juga terbukti melindungi hati dari peradangan kronis. Sebagai tambahan, minyak ini juga bisa digunakan untuk mengobati masalah jamur, arthritis dan bahkan pelembab kulit indah.

3. Pengatur Kolesterol 

Daun kelor ini unik karena juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol anda. Bahkan, hal tersebut sangat efektif (dan tanpa efek samping) peneliti mengatakan hal ini sebanding dengan simvastatin, obat yang dikenal juga untuk menurunkan kadar kolesterol.

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki antioksidan, hypolipidaemic, dan kegiatan antiatherosclerotic, dan memiliki potensi terapi untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler.

4. manfaat kesehatan lain dari Daun kelor 

Daun kelor merupakan sumber signifikan dari serat dan karena itu sangat membantu menghilangkan limbah dan racun dari usus anda. Protein dalam biji tanaman ini telah terbukti mengikat kotoran dalam air sehingga membantu mendetoksifikasi. Bahkan, menurut penelitian, biji kelor bekerja lebih baik untuk memurnikan air daripada banyak bahan sintetis konvensional di pasaran.

Daun kelor juga digunakan sebagai pengawet makanan karena mereka dapat meningkatkan daya tahan daging karena mengurangi oksidasi.

Orang menyusui sangat baik mengonsumsi kapsul daun kelor 250 mg dua kali sehari. Ini untuk meningkatkan produksi susu hingga 152-176 persen hanya dalam 5 hari.

Beberapa studi menunjukkan bahwa daun kelor dan biji dapat melindungi efek keracunan arsenik, yang banyak terdapat dalam makanan sehari-hari seperti beras.

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *