Manfaat Nutrisi | Diet Sehat

Manfaat Nutrisi

Pencegahan penyakit kronis dapat dilakukan dengan mengonsumsi berbagai macam nutrisi. Saya akan menjelaskan tentang nutrisi dan makanan yang layak dikonsumsi oleh pasien penyakit kronis. Anda bisa mengonsumsi makanan kesehatan jika tidak bisa mengonsumsi berbagai macam nutrisi. Namun, Anda harus mencari produk organik alami, bereputasi bagus, dan khasiatnya dapat diuji secara klinis. Makanan jenis itu memang mahal, tetapi bagus khasiatnya karena mengandung banyak nutrisi dari tanaman berkualitas tinggi.

Jika saat ini Anda sedang mengonsumsi obat, Anda perlu mengetahui efek sampingnya dan jumlah kebutuhan konsumsinya.

Vitamin dan Mineral

Vitamin adalah senyawa organik yang menjaga fungsi fisiologis dan pertumbuhan normal tubuh. Anda akan mengalami gejala defisiensi atau kekurangan khusus jika tubuh Anda tidak bisa memproduksi vitamin atau kekurangan vitamin. Mineral adalah nutrisi yang dibutuhkan bagi fungsi fisiologis mahluk hidup.

Dari sudut pandang ilmu gizi, Anda perlu mengonsumsi vitamin dan mineral. Ada puluhan vitamin dan mineral esensial dan ada berbagai macam jenis gizi tanaman yang diperlukan oleh tubuh. Anda bisa mengatasi kekurangan gizi dengan menggunakan bahan-bahan alamu yang kaya nutrisi. Cara paling efektif untuk bisa panjang umur dengan biaya yang murah adalah dengan mengisi kekurangan gizi tersebut.

Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 merupakan jenis asam lemak tak jenuh. Fungsinya melindungi sel tubuh, menjaga struktur sel, dan memperlancar metabolisme. Selain itu, asam lemak omega-3 ini bagus untuk mengontrol pembentukan lapisan darah, mempercepat pembentukan tulang, dan juga memperkuat tulang.

Orang-orang zaman sekarang banyak mengonsumsi lemak olahan, seperti lemak trans. Akibatnya, asam lemak omega-6 yang mereka konsumsi lebih dari 20-30 kali lipat dibandingkan konsumsi asam lemak omaga-3. Asam lemak omega-6 cenderung menimbulkan peradangan yang menjadi penyebab timbulnya penyakit kronis. Asam lemak omega-3 terdapat pada sayuran segar, ikan salmon, dan flaxseed oil (minyak biji rami). Anda juga dapat memperoleh nutrisi yang seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat. Jumlah yang tepat konsumsi asam lemak omega-3 adalah 1 gram sehari.

Orang dewasa sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung DHA dan EPA. Kapsul minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3 pun banyak mengandung kedua unsur ini. Namun, kemungkinan besar keduanya mengalami proses pengasaman dan mengandung zat kimia tambahan saat diproduksi.

Asam lemak omega-3 berkhasiat mengatasi hipertensi, kebal insulin, radang, serangan jantung, dan alzheimer. Selain itu, asam lemak ini juga bagus untuk proses ekspresi gen pada liver, jantung, lemak, dan otak. Manfaat lainnya, dapat memperlambat berbagai penyakit autoimunitas dan mengurangi risiko kanker, khususnya kanker kolon.

Kalsium

Kalsium membantu menjaga rangka yang sehat dan merupakan bahan utama tulang dan gigi. Ion juga ikut berperan dalam fungsi pengaturannya. Kalsium berkhasiat menurunkan hipertensi dan kebal insulin, serta membantu mengurangi risiko terjadinya kanker kolon. Kalsium banyak terkandung dalam ikan teri, udang kering, sayuran hijau, rumput laut, kacang-kacangan, keju, dan lain-lain.

Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks dapat menurunkan kadar homosistein. Asam Float (B9) merupakan vitamin B kompleks yang ikut membentuk hemoglobin. Fungsi asam float adalah meningkatkan fungsi pembuluh darah. Anemia, infeksi lidah, dan diare adalah penyakit yang dapat timbul jika kekurangan asam float. Vitamin B kompleks banyak terkandung dalam sayuran hijau, hati hewan, ragi, dan lain-lain.

Fitokimia (Nutrisi Tanaman)

Fitokimia (phytochemicals) adalah senyawa aktif khusus yang ada ditanaman, yang berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, dan antipenyakit kardiovaskular. Fitokimia juga berkhasiat untuk diet dengan mengontrol pertumbuhan sel lemak.

Senyawa nutrisi tanaman ini mengurangi risiko penyakit kronis. Yang termasuk ke dalam fitokimia adalah vitamin P yang diekstrak dari kulit jeruk, quercetin, resvelator, asam elegat, antiosianin, sulforaphane, karotenoid, dan lain-lain.

Fitokimia terkandung dalam sayur-sayuran dan buah-buahan. Senyawa ini banyak mengandung polifenol yang juga terdapat pada red wine atau kakao. Sangat berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh dan antioksidan, seperti beta glucan yang terkandung dalam jamur, terpena yang membentuk aroma jeruk atau rasa pahit, karotenoid seperti beta karoten yang terkandung dalam wortel, dan sulfur oksida yang terkandung dalam bawang putih atau bawang bakung.

Vitamin D

Vitamin D sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker, terutama kanker prostat. Vitamin ini harus dikonsumsi setidaknya 1000-2000 SI (satuan internasional untuk jumlah vitamin) dalam sehari. Sebaiknya, kadar darah yang sesuai untuk mengonsumsi vitamin D adalah lebih dari 37 ng/mL atau 90 nmol.

Vitamin D berperan dalam menguatkan jantung dan mengurangi berbagai risiko penyakit, seperti osteoporosis, hipertensi, fibromyalgia, peradangan pada kulit, diabetes, multiple sclerosis, dan radang sendi. Vitamin ini juga berkhasiat sebagai antiinflamasi (antiradang).

Vitamin D bisa diperoleh dengan berjalan kaki di bawah sinar matahari selama 20 menit sehari. Namun, kaum manula dan orang-orang yang tidak bisa sering berjemur matahari sebaiknya mengonsumsi vitamin D yang dibuat dari bahan alami. Vitamin D larut dalam lemak. Jadi, sisa vitamin D akan disimpan dilemak tubuh dan digunakan saat dibutuhkan. Anda perlu sering terkena sinar matahari untuk bisa memperoleh vitamin D.

Kromium

Kromium dalam bentuk pil bisa mengurangi kebal insulin. Selain itu, bisa juga diminum oleh penderita diabetes tipe 2. Namun, penggunaannya harus mendapatkan rekomendasi dokter. Nutrisi jenis ini bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah (HbA1c atau hemoglobin glikasi) dan bisa mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida. Kromium banyak terkandung dalam rumput laut, ikan sarden, kerang, tepung gandum, keju, dan lain-lain.

Serat

Dahulu, serat dianggap tidak dapat diserap oleh tubuh dan tidak memiliki kandungan gizi. Namun, belakangan ini diakui bahwa serat memiliki fungsi fisiologis yang berbeda dengan enam nutrisi yang telah ada, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan cairan (air). Serat disebut sebagai “nutrisi ketujuh”dan biasanya terdapat pada buah-buahan, sayuran, rumput laut, jamur, dan lain-lain.

Selain itu, serat berkhasiat memperlancar buang air besar, membantu menurunkan berat badan, menghambat penyerapan dan pembentukan lemak, menguraikan lemak tubuh, dan lain-lain. Serat dapat menyerap air dengan sangat kuat. Oleh karena itu, nutrisi ini bermanfaat untuk meningkatkan volume feses yang tidak diserap oleh usus. Dengan demikian, serat berkhasiat mengatasi sembelit dan susah buang air besar. Jumlah konsumsi serat yang disarankan adalah 20-25 gram sehari.

Magnesium

Magnesium membantu mengurangi kebal insulin dan peradangan. Anda sudah memperoleh asupan magnesium yang cukup jika mengonsumsi vitamin B kompleks yang berkualitas.

Magnesium banyak terkandung dalam biji gandum, gandum, biji barley, produk gandum lainnya, sorgum, cabai merah bubuk, kuning telur, pisang, sebagian polong-polongan, dan sebagian besar kacang-kacangan dan biji-bijian.

Konzim Q10

Koenzim Q10 (CoQ10) disebut sebagai “vitamin Q”. Senyawa ini merupakan senyawa antioksidan dan antiinflamasi. Khasiatnya, dapat membantu mengurangi tekanan darah, mengurangi gejala parkinson, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Koenzim Q10 banyak terkandung dalam hati hewan, bluefesh seperti makarel, sarden, dan macrekel pikeĀ telur, kacang kedelai, brokoli, bayam, dan beras cokelat.

Vitamin E

Vitamin E yang digunakan bersama dengan vitamin lainnya akan memiliki khasiat yang semakin bertambah. Misalnya, efektif untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mengurangi risiko kanker prostat dan kanker lambung, mengurangi risiko memburuknya penyakit alzheimer, dan meningkatkan daya tahan tubuh pada manula. Sayangnya, sebagian besar peneliti hanya mengevaluasi vitamin E-nya saja. Sebenarnya, vitamin E merupakan unsur kompleks yang bekerja sama denganv vitamin lainnya atau dengan kofaktor. Itulah sebabnya kombinasi antara vitamin E dan senyawa antioksidan bisa mengurangi risiko penyakit jika digunakan dengan tepat.

Yang termasuk ke dalam vitamin E adalah alfa, beta, gamma, dan delata tocopherol. Vitamin E banyak tergantung dalam bayam, asparagus, sayuran hijau, kacang-kacang, minyak zaitun, almond, dan lain-lain.

Likopen

Likopen merupakan pigmen karotenoid yang terkandung dalam tomat. Fungsinya sebagai antikanker. Sifatnya mirip dengan karoten. Likopen berkhasiat mengurangi risiko kanker prostat, kanker paru, kanker lambung, kanker pankreas, kanker kolon, kanker rektum (daerah antara usus hingga anus), kanker esofagus (kanker kerongkongan), kanker payudara, kanker mulut, kanker rahim, dan seterusnya. Likopen banyak terkandung dalam tomat, buah jujube, cabai merah, azuki bean (kacang azuki), apel, dan lain-lain.

Polifenol

Polifenol merupakan salah satu senyawa antioksidan yang mengubah radikal bebas pada tubuh menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Ada ribuan jenis polifenol dan yang paling terkenal adalah katekin yang terkandung dalam teh hijau. Senyawa antikanker dan antiinflamasi ini dapat mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida, serta mengurangi risiko berbagai penyakit kanker, seperti kanker kandung kemih, kanker esofagus, dan kanker pankreas. Selain itu, senyawa ini juga dapat mengurangi risiko hilangnya fungsi otak, seperti pada penyakit alzheimer atau parkinson. Polifenol banyak terkandung dalam teh hijau, buah prem, biji kopi, dan lain-lain.

Selenum

Selenium berperan menjaga sel dari radikal bebas. Selain itu, senyawa ini juga berkhasiat mengurangi risiko kanker prostat, kanker paru, dan kanker usus besar. Selenium banyak terkandung dalam bawang putih, bawang bombai, brokoli dan lain-lain.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *