Mengapa Diet Gagal? | Diet Sehat

Mengapa Diet Gagal?

Sungguh frustasi saat melihat jarum timbangan bergeming diangka yang sama setelah beberapa lama menghindari segala makanan berlemak. Setelah semua kerja keras, menghindari kue cokelat yang menggoda, menghabiskan waktu berjam-jam di gym, tekad kuat yang menggelora didada, bagaimana mungkin berat badan sama sekali tidak berkurang?

Sebelum Anda berkeyakinan bahwa Anda telah ditakdirkan “tidak akan pernah langsing”, cobalah tarik napas dalam-dalam dan ingatlah, rumus menurunkan berat badan itu sederhana: makan lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar. Memang tubuh kita bukanlah kalkulator yang dapat menhitung secara tepat hasil persamaan itu, tetapi setidaknya Anda paham bahwa penuruan berat badan bukan hal yang tidak mungkin bagi Anda!

Biasanya, kegagalan menurunkan berat badan adalah karena kesalahan Anda sendiri. Tidak perlu merasa bersalah, itu biasa terjadi pada para pelaku diet. Berikut ini kebiasaan buruk yang menghalangi Anda memperoleh keberhasilan dalam menurunkan berat badan. Alih-alih menyerah, carilah solusi pintar mengenai kebiasaan buruk Anda itu dan Anda akan segera melihat jarum timbangan bergeser turun dalam waktu singkat.

Memahami Arti Diet Itu Sendiri

Entah mengapa, kata ‘diet’ mengacu pada sesuatu yang menyesakkan. Kata ‘diet’ menyiratkan pembatasan dan upaya ketat untuk mendapatkan tubuh ideal (langsing) melalui pola makan tertentu. Banyak pelaku diet mengalami kegagalan hanya karena menganggap diet akan membatasi pergaulan mereka dan kesenangan mereka. Belum lagi, mau tak mau harus mengucapkan selamat tinggal pada makanan favorit mereka. Tak perlu menjadi psikolog handal untuk mengetahui bahwa jika Anda mengatakan pada diri Anda bahwa Anda tidak bisa memiliki sesuatu, maka keinginan untuk memiliki sesuatu itu justru semakin besar. Ini akan menyabotase semua upaya Anda!

Solusi: Lupakan sementara tujuan Anda menurunkan berat badan. Alihkan pikiran bahwa Anda mengubah kebiasaan makan agar tubuh Anda menjadi lebih seha, bukan lebih langsing. Ubah pola pikir bahwa diet adalah ‘penyiksaan’. Ingat, diet adalah memilih makanan yang Anda makan, mengubah perilaku Anda pada makanan, serta mengatur besarnya porsi makan Anda. Dengan memahami konsep diet ini maka Anda masihh bisa datang ke pesta atau berkumpul dengan teman-teman dikafe meskipun sedang berdiet.

Mengharapkan hasil yang tidak realistis

Iklan dimedia mengenai penuruan berat badan sering kali berlebihan. Jujur saja, diet seketat apapun tidak akan membuat berat badan Anda turun drastis hanya dalam waktu singkat. Artinya, Anda harus menargetkan hasil yang realistis agar tidak kecewa dan menghentikan program diet. Jangan bermimpi berat badan Anda turun 5 kilogram dalam sebulan jika Anda masih mengonsumsi junkfood dan tidak berolahraga. Ketika Anda berhenti diet karena kecewa dengan hasil yang didapat, tentu saja, berat badan Anda tak akan berkurang.

Solusi: Ubahlah cara pandang dan pola pikir Anda. Rencanakan program diet bersama ahlii nutrisi dan fitness dengan instruktur. Konsultasikan bagaimana cara yang aman dan nyaman untuk memiliki berat badan ideal.

Mengubah kebiasaan makan dalam semalam

Berapa kali Anda melahap semua makanan yang Anda tahu tidak baik dan merusak diet Anda, kemudian bersumpah bahwa Anda akan melakukan pola hidup sehat mulai besok, minggu depan, bulan depan, atau tahun depannya? Seberapa sering Anda memutuskan untuk membersihkan kulkas Anda dari ‘makanan sampah’ dan mengisinya hanya dengan makanan sehat?

Sadarilah, Anda tidak bisa mengubah pola makan hanya dalam semalam. Untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya, Anda harus menjalankan pola makan yang sehat dan gizi seimbang seumur hidup Anda.

Solusi: Biasakan untuk mengonsumsi jenis makana yang BAIK untuk Anda. Makan tidak hanya sekedar untuk memenuhi perut yang kosong, tetapi juga untuk melancarkan metabolisme dan memenuhi kebutuhan  nutrisi. Lakukan secara bertahap, terapkan perubahan kecil namun realistis untuk diet Anda. Tetapkan target kecil seperti makan satu porsi buah atau sayuran segar setiap hari. Intinya, mulailah dari hal kecil yang sesuai dengan gaya hidup Anda.

Menghindari jenis makanan tertentu

Tidak menyentuh jenis makanan tertentu sama sekali justru dapat membuat Anda semakin menginginkannya. Banyak orang menganggap untuk memperoleh berat badan ideal ia harus menghindari jenis makanan tertentu seperti karbohidrat, lemak, gula, ataupun susu.

Diet sehat dapat tetap memasukkan jenis makanan yang Anda sukai, tentu saja dengan porsi yang tepat. Umumnya, diet dengan menghindari jenis makanan tertentu memang dapat menurunkan berat badan dengan cepat, tetapi tidak permanen. Bisa jadi Anda ‘menggila’ saat dikelilingi makanan lezat yang sebelumnya Anda hindari sama sekali dan kalap hanya dalam sehari yang pada akhirnya merusak pola makan Anda.

Solusi: Alih-alih berfokus pada makanan yang sebaiknya Anda hindari, pusatkan pikiran pada makanan yang Anda tahu dapat membuat Anda lebih sehat. Jangan biarkan diri Anda terobsesi pada jenis makanan tertentu. Biarkan makanan favorit Anda tetap ada dalam menu makan, tetapi batasi porsinya.

Hanya peduli tentang kalori

Memang benar, kalori adalah kunci utama yang memengaruhi berat badan. Namun, jangan serta-merta menghindari jenis makanan tertentu hanya karena kalori yang dikandungnya tinggi. Jika dicermati, ada beberapa makanan tinggi kalori yang sesungguhnya lebih sehat dibandingkan dengan makanan yang mungkin kalorinya rendah (misalnya avokad dengan pretzel). Jadi, jangan lupakan untuk memperhitungkan masalah gizi.

Solusi: Jangan lupa memperhintungkan nutrisi penting lainnya seperti protein dan lemak sehat (yang membuat Anda kenyang lebih lama), serta vitamin dan mineral saat menyantap makanan.

Terlalu fokus pada timbangan

Menimbang berat badan memang cara mudah untuk megukur kemajuan program diet Anda. Tetapi, itu bukan segalanya. Bahkan, andaikan jarum timbangan Anda bergeming, bukan berarti Anda tidak membuat kemajuan. Tanpa penurunan berat badan pun bentuk badan Anda bisa jadi berubah menjadi lebih baik. Anda bisa saja lebih bugar, segar, dan bernergi meski jarum timbangan Anda tetap pada angka yang sama.

Solusi: Ingat bahwa jarum timbangan Anda hanya menunjukkan satu hal: massa total seluruh tubuh Anda dalam satu saat tertentu. Jangan terlalu mempedulikan hasil timbangan. Jangan terlalu sering menimbang berat badan dan cobalah mencari perubahan positif lain yang dirasakan tubuh Anda selama berdiet. Ini adalah cara terbaik untuk tetap termotivasi.

Hanya berdiet, tanpa berolahraga

Berat badan Anda tidak akan berkurang hanya dengan melakukan diet. Mungkin berat badan Anda bisa turun, tetapi akan jauh lebih sulit! Dengan berolahraga Anda boleh lebih banyak makan (dan merasa lebih puas) sekaligus menurunkan berat badan. Plus, Anda akan memperoleh semua manfaat fisik dan mental yang luar biasa dari olahraga (penampilan lebih baik, tonus otot lebih kuat, tubuh sehat dan lebih berenergi).

Solusi: Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda harus menggabungkan diet dengan aktivitas fisik secara rutin. Tidak hanya membuat langsing, kombinasi diet dan olahraga akan membuat tubuh sehat dan mencegah tubuh Anda kembali gemuk dalam waktu yang lama. Cukup 10 menit sehari Anda akan memperoleh perubahan besar.

Makan sesedikit mungkin

Jika mengurangi asupan kalori sangat baik untuk menurunkan berat badan, berarti makan sedikit mungkin akan lebih baik, bukan? Anda salah! Anda memerlukan makanan dengan kalori tertentu agar metabolisme berjalan sempurna dan tubuh memperoleh semua nutrisi penting yang dibutuhkan. Makan sedikit mungkin dapat menyebabkan masalah serius dan membahayakan kesehatan Anda.

Solusi: Jangan hanya menebak-nebak berapa banyak kalori yang Anda butuhkan dan ikut-ikutan menghindari makanan yang dihindari orang lain. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Tentukan sendiri kebutuhan yang tepat bagi Anda, konsultasilah pada ahli gizi agar tidak menjalani diet yang salah. Tidak ada alasan untuk makan sesedikit mungkin hanya untuk menurunkan berat badan. Anda harus makan sesuai dengan kebutuhan.

Menyerah terlalu cepat

Menurut Andri Wongso, kesuksesan membutuhkan kepercayaan diri dalam proses perjuangan. Maka, sangat dibutuhkan keyakinan, kepercayaan diri dan berprinsip dalam menjalankan apa yang sudah kita kerjakan. Karena itulah, jangan menyerah terlalu cepat.

Kadang kala kita menjalani hari buruk yang akhirnya membawa kita kembali pada pola makan tak sehat. Itu wajar, tak ada orang yang sempurna. Semua orang pasti pernah mengalami kemunduran dalam beberapa hal, termasuk yang berkaitan dengan urusan diet ini. Akan tetapi, orang yang sukses adalah orang yang tidak mudah menyerah, memaafkan diri atas kesalahan, dan belajar dari kegagalan.

Solusi: Ingat bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini. Ketika Anda merasa membuat kesalahan atau merasa tidak mengalami kemajuan, jangan menyerah. Perubahan membutuhkan waktu dan perjuangan.

Bingung membedakan antara ‘sehat’ dengan ‘rendah kalori’

Penelitian menujukkan bahwa ketika pembeli melihat label atau klaim sehat pada kemasan makanan (misalnya bebas gluten, organik, rendah lemak, rendah gula, dan sebagainya), mereka otomatis mengira bahwa makanan tersebut juga rendah kalori. Ini belum tentu benar. Produsen makanan akan melekatkan segala macam label ‘makanan sehat’ agar pembeli tertarik. Tapi, tidak satupun dari label itu yang sungguh-sungguh memberi informasi detail pada Anda mengenai kalori yang terkandung dalam makanan tersebut.

Solusi: Bacalah dengan teliti kandungan gizi yang terdapat pada kemasan makanan. Perhatikan komposisi bahan yang digunakan. Label lengkap biasanya memuat secara detail segala bahan yang digunakan dalam proses pembuatan makanan tersebut. Ini juga berlaku saat Anda memesan makanan direstoran. Jangan biarkan kata-kata terasosiasi dengan sehat membuat Anda berpikir bahwa makanan itu juga rendah kalori. Jika perlu, bertanyalah pada waiters mengenai komposisi bahan dalam makanan yang Anda pesan. Tentu saja, sebelumnya Anda harus memahami berbagai fakta mengenai nutrisi.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *