Mengenal Paria, Si Pahit yang Manis | Diet Sehat

Mengenal Paria, Si Pahit yang Manis

Paria atau pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis, terutama daerah India bagian barat, yaitu Assam dan Burma. Anggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan. Paria biasa digunakan untuk berbagai penyakit perut dan usus, termasuk sakit perut, bisul, radang usus besar, konstipasi, dan cacing usus.

Ini juga bisa digunakan pada batu ginjal, demam, psoriasis, penyakit liver, pms, dan sebagai terapi supportif pada HIV/AIDS.

Pengobatan Diabetes

Penelitian menunjukkan bahwa komposisi yang ditemukan pada paria mirip dengan insulin. Ini dapat menurunkan tgula darah yang membantu transportasi glukosa ke dalam sel dan menyimpan energi ke dalam hati dan otot. Paria juga meningkatkan sensitifitas insulin, tolenransi glukosa dan insulin dan dapat membantu menurunkan berat badan.

Membantu Pasien Kanker

Dengan reaksi yang sama saat membantu penderita diabetes, paria juga membantu membunuh sel kanker.

Pusat Kanker University of Colorado menemukan bahwa paria dapat menghentikan sel kanker dari memetabolisme glukosa. Hal ini dikarenakan sel kanker membutuhkan gula untuk bertahan. Konsumsi harian dari jus paria ditemukan mampu menurunkan risiko kanker pankreas sebesar 60%.

Paria juga menampilkan aktifitas cytotoxic, yang mengandung ribosome inhibiting protein (RIP) yang menurunkan apoptosis pada sel kanker prostat. Ini juga mencegah penyebaran dari kanker. Fakta menunjukkan, tikus yang diberikan ekstrak paria mampu menurunkan 51% perkembangbiakan kanker.

Penelitian ini juga didukung oleh laporan NIH pada beberapa grup yang diinvestigasi melaporkan bahwa perawatan dengan produk paria menemukan bahwa menurunnya sel kanker tidak memberikan efek samping pada pertumbuhan sel normal.

Paria juga ditemukan membantu perawatan leukemia, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker payudara, dan kanker kulit.

Bagaimana cara menggunakan paria

Pada orang dewasa yang sehat sebaiknya konsumsi paria tidak melebihi 2 ons atau 57 gram sehari. Hal ini karena kelebihan paria menyebabkan sakit pada perut dan diare. Anak yang berusia dibawah 18 tahun, ibu hamil, dan pasien yang menjalani perawatan insulin atau hypoglycemic sebaiknya tidak mengonsumsi paria kecuali ada anjuran dari dokter yang berwenang.

Salah satu resep jus paria yaitu:

1 buah paria, 3 buah apel, 2 daun seledri, 1 buah mentimun, dan 1 buah lemon. Cuci semua bahan, potong menjadi kecil-kecil, tambahkan garam dan madu, kemudian blender dan siap di minum.

Selamat mencoba dan selamat menjadi sehat.

 

 

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *