Obat Diebetes Dapat Menganggu Kerja Pembuluh Darah | Diet Sehat

Obat Diebetes Dapat Menganggu Kerja Pembuluh Darah

Obat diabetes dibagi menjadi dua tipe, yaitu Oral Hypoglycemic Agents (OHA) yang dikenal sebagai oral antidiabetes dan obat insulin. Obat-obatan yang termasuk kedalam OHA adalah obat pemicu sekresi insulin (sulfonylurea, glinide, dan incretin beserta turunannya) dan obat penambah sensitivitas insulin (biguanide, glitazone, dan alphaglucosidase inhibitors beserta turunannya). Dengan mempertimbangkan kemampuan sekresi insulin dan kebal insulin, OHA biasanya menjadi gabungan dari dua macam obat atau lebih yang dikonsumsi pasien. Pada kasus gula darah puasa biasa yang kadarnya mencapati lebih dari 150 mg/dL, gula darah dikontrol dengan diet dan obat-obatan seperti alphaglucosidase inhibitors atau biguanide. Jika kemampuan sekresi turun dan kadar gula darah puasa berada antara 150-225 mg/dL, dokter biasanya meresepkan biguanide dan sulfonylurea beserta turunannya. Jika kadar gula darah puasa adalah 225-275 mg/dL, biasanya dokter menggunakan beberapa macam OHA dan sering dilakukan pemberian suntikan insulin.

Meski demikian, obat-obatan diabetes tidak dapat mengatasi penyebab penyakit melainkan menekan berbagai macam senyawa dengan mangaktifkannya secara paksa. Diabetes terus berlanjut dan makin merusak badan.

Tetapi insulin dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti kadar gula darah rendah dan reaksi alergi insulin dalam waktu singkat. Berdasarkan antibodi insulin, terapi ini dapat memicu terjadinya kebal insulin, atrofi pada jaringan lemak subuktan, lipodistrofi insulin, edema insulin, dan naiknya berat badan. Gejala maag, sakit perut, dan diare dapat terjadi pada kasus penggunaan biguanide dan turunannya. Buang angin (flatulensi) dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi alphaglucosidase inhibitors yang mengontrol penyerapan glusida. Selain itu, bisa muncul gejala, seperti ruam-ruam pada kulit, aritmia, dan pusing. Selanjutnya, saya akan menjelaskan tentang beberapa obat diabetes beserta khasiat dan efek sampingnya.

Sulfonylurea dan Turunannya

Jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah amaryl, glimel, glimaryl, diamicron, glurenorm, dan lain-lain. Fungsinya adalah mempercepat sekresi insulin di pankreas dan menurunkan gula darah.

Jika penderita diabetes tidak menjaga diet ataupun tidak berolahraga, gula darah akan menjadi rendah dan berat badan meningkat. Penderita diabetes tipe 1, ibu hamil, penderita yang alergi dengan obat-obatan jenis ini, dan penderita dengan fungsi liver atau ginjal yang buruk tidak diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan jenis ini.

Glinide dan Turunannya

Pastic, novonorm, nitride, glufast, dan lain-lain berfungi mempercepat sekresi insulin di pankreas dan menurunkan gula darah. Obat-obatan ini menyebabkan berat badan naik, tetapi hampir tidak terjadi gula darah rendah. Penderita diabetes tipe 1 dan ibu hamil tidak diperkenankan mengonsumsi obat ini.

DPP-4 Inhibitors (Incretin dan Turunannya)

Januva dan galvus berfungsi mengontrol enzim DPP-4 yang menguraikan incretin. Incretin yang diproduksi di usus dapat meningkatkan sekresi insulin di pankreas dan menurunkan gula darah. Setelah itu, DPP-4 akan terurai dan menghilang dalam waktu singkat. Namun, darah akan tetap ada dalam waktu lama dan gula darah bisa diturunkan jika DPP-4 ini dikontrol. Kondisi gula darah yang rendah dan hampir tidak terjadi peningkatan berat badan dapat meningkatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Penderita diabetes tipe 1 dan ibu hamil dilarang mengonsumsi obat-obatan jenis ini. Penderita dengan gangguan liver dan ginjal harus berhati-hati dalam mengonsumsinya.

Biguanide dan Turunannya

Metformin dan turunannya-diabex, glucophage, metformin, gluformin, metgreen-SR, dan lain-lain berfungsi memperkuat kerja insulin pada liver, otot, dan jaringan lemak, serta menurunkan gula darah.

Efek samping yang dapat timbul adalah mual, muntah, diare, dan gangguan pencernaan seperti hilang nafsu makan.

Glitazone dan Turunannya

Avandia, actos, piglito, gluconon, dan lain-lain berfungsi membantu kerja insulin di otot atau jaringan lemak. Selain itu, obat jenis ini juga dapat menurunkan gula darah.

Efek samping yang mungkin timbul adalah edema atau gagal janung. Penderita diabetes tipe 1, ibu hamil, dan penderita gangguan liver dilarang mengonsumsi obat jenis ini.

Obat diabetes hanya mampu mengurangi gejala penyakit, bahkan menyembuhkan secara keseluruhan. Minum obat bukanlah metode pengobatan yang tepat.

Diabetes bisa disembuhkan dengan detoksifikasi sehingga berbagai efek samping dapat dihindari. Begitu pula halnya dengan gula darah dan tekanan darah yang bisa dikendalikan secara otomatis oleh saraf otonom. Gula darah akan turun secara alamiah jika darah menjadi bersih. Peredaran darah yang baik membuat suhu tubuh meningkat. Akhirnya, berat badan pun turun. Penderita diabetes bisa mengalami gejala hipotermia jika kondisi badan selalu tegang. Terapi detoksifikasi, cukup tidur, dan berolahraga sangat membantu penderita mengatasi stres, meningkatkan suhu tubuh, dan memulihkan kadar gula darah.

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *