Obat Kolesterol Tinggi Merusak Fungsi Otot Dan Otak | Diet Sehat

Obat Kolesterol Tinggi Merusak Fungsi Otot Dan Otak

Belakangan ini, ada kecenderungan untuk mengonsumsi lebih banyak obat penurun kolesterol dibandingkan obat-obat lainnya. Pasien-pasien merasa nyaman dengan obat-obat ini. Namun, kenyataannya semakin banyak terjadi kasus terkait efek samping obat-obat tersebut.

Obat kolesterol berperan mengurangi lemak di tubuh secara artifisisal. Namun, anggota tubuh lainnya ikut terkena dampaknya. Otot bisa melemah atau terasa sakit. Racun di sel otot dikeluarkan ke aliran darah. Hal ini memicu kondisi yang membahayakan, seperti gagal ginjal.

Otak yang menjadi bagian terpenting pun akan terkena dampaknya. Otak tersusun dari sekitar 60% lemak. Itu sebabnya, obat kolesterol akan menghancurkan lemak ini. Hal ini bisa menyebabkan daya ingat menurun, timbul gejala depresi, konsentrasi berkurang, perilaku kasar meningkat, ketidakstabilan mental, dan lain-lain. Dampak dari penggunaan obat ini sangat besar karena lebih berpotensi menimbulkan masalah mental daripada fisik.

Kita dapat dengan mudah menemukan pasien-pasien yang mengeluhkan melemahnya otot dan nyeri otot, nyeri dada, insomnia, dan impotensi. Gejala-gejala itu terjadi akibat penggunaan obat kolesterol dalam jangka panjang. Fakta lainnya, obat penurun kolesterol juga menurunkan daya ingat. Perusahaan farmasi pun memberikan keterangan pada obat dengan mencantumkan berbagai efek samping. Misalnya, menurunkan daya ingat, disorientasi, dan menimbulkan kekacauan. Namun, para dokter mengabaikan efek samping serius  yang dapat memengaruhi otak akibat penggunaan obat tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian berskala besar di Denmark, diketahui bahwa obat kolesterol menyebabkan terjadinya polineuropati. Penyakit ini memengaruhi sistem saraf perifer, saraf sensorik, saraf otonom, dan saraf otak. Polineuropati juga menyebabkan fungsi otot melemah, seperti lemas, hilang keseimbangan, dan bahkan lumpuh. Kemungkinan besar obat kolesterol berkontribusi 50% terhadap kasus polineuropati.

Statin merupakan obat kolesterol tinggi yang paling banyak dikonsumsi penderita kolesterol tinggi. Sebanyak 5-10% penderita mengeluhkan nyeri pada otot bahu dan paha setelah meminumnya selama sebulan. Anda juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gangguan otot. Anda harus lebih berhati-hati mengonsumsi statin jika Anda menderita kolesterol tinggi dan juga hipotiriodisme karena Anda bisa mengalami rhabdomyolysis. Penyakit ini terjadi karena melemahnya fungsi otot sebagai efek samping dari gangguan otot, mengonsumsi minuman keras, dan obat-obatan. Racun ini melemahkan fungsi ginjal. Pada kasus yang serius, hal ini bisa menimbulkan terjadinya nekrosis tubular akut dan gagal ginjal. Gagal ginjal perlu ditangani dengan dialisis. Jika rhabdomyolysis tidak diobati, dapat terjadi komplikasi pada darah. Sangat membahayakan jika Anda juga mengalami gagal ginjal akut.

Crestor, lipitor, dan lain-lain merupakan salah satu jenis obat-obatan kolesterol tinggi yang dikomersilkan. Obat-obatan ini juga terkenal tidak berkhasiat dan dapat menimbulkan masalah setelah dikonsumsi. Penggunaan obat ini dalam jangka waktu lama akan menyebabkan terjadinya pradiabetes dan diabetes, kolesterol tinggi juga bisa terkena sakit kepala dan mengalami penurunan daya ingat, serta besar kemungkinan penderita resiko terkena kanker dan serangan jantung (gagal jantung).

Kolesterol tinggi tidak bisa disembuhkan hanya dengat obat. Obat memang bagus jika tidak ada efek sampingnya. Namun, sebaiknya Anda mengubah gaya hidup yang tidak menimbulkan efek samping untuk bisa mengobati penyakit ini. Misalnya, dengan mengubah pola makan, berolahraga, dan melakukan detoksifikasi.

Kamu ada pertanyaan dengan masalah Dietmu? Konsultasikan dengan Ahli Gizi kami, klik simbol Chat FB biru di kanan layar atau klik link dibawah ini untuk konsultasi.
Chat Via Facebook Sekarang

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *