Pemicu Rasa Lapar Yang Harus Diwaspadai | Diet Sehat

Pemicu Rasa Lapar Yang Harus Diwaspadai

Pemicu rasa lapar tak melulu karena tubuh membutuhkan nutrisi. Rasa lapar bisa saja muncul karena melihat seseorang menyantap makanan lezat, mencium aroma yang menggiurkan, atau melihat gambar makanan yang menggoda dalam iklan atau acara televisi. Womansday melansir ada sekitar tujuh faktor yang memicu rasa lapar yang tak berhubungan dengan kebutuhan alami tubuh untuk makan.

Berikut tujuh faktor pemicu yang patut diwaspadai agar berat badan tidak meningkat drastis.

Kurang Tidur

Kurang tidur membuat tubuh kehilangan energi dan memengaruhi hormon nafsu makan. Akibatnya, tubuh merasa lapar berlebihan sehingga hasrat untuk menyantap makanan pada keesokan harinya meningkat luar biasa. Tingkat leptin (hormon yang diproduksi sel lemak untuk mengontrol nafsu makan) menurun pada saat tubuh kurang energi. Pada saat bersamaan, tingkat gherlin (hormon yang memicu nafsu makan) justru meningkat. Inilah yang menyebabkan nafsu makan menggila. Oleh karena itu, tidak selama 8 jam setiap harinya merupakan cara paling mudah untuk menekan keinginan makan yang berlebihan.  Jika terpaksa mengurangi waktu tidur, makanlah makanan sehat seperti buah-buahan, karbohidrat kompleks, dan protein ringan (ayam,ikan,protein nabati).

Dehidrasi

Gejala dehidrasi mirip dengan gejala saat tubuh lapar, yaitu mengantuk dan lemas. Hal ini sering kali menjadi sinyal yang diartikan keliru oleh tubuh yang menganggap Anda memerlukan makanan untuk meningkatkan energi. Saat dehidrasi, mulut menjadi kering dan rasa lapar pun mendera. Sebelum memutuskan untuk makan, cobalah minum segelas air putih dan tunggu sejenak. Jika rasa lapar hilang, berarti yang dibutuhkan tubuh Anda hanya cairan.

Meminum Obat Yang Menimbulkan Rasa Lapar

Beberapa jenis obat memiliki efek samping menimbulkan rasa lapar. Obat yang mengandung steroid ringan seperti prednisone atau kortikosteroid dapat memicu rasa lapar berlebihan. Jika nafsu makan Anda normal-normal saja sebelum meminum obat tersebut, kemungkinan besar obat itulah penyebabnya. Rasa lapar akibat efek samping obat boleh Anda abaikan. Cobalah mengalihkan rasa lapar dengan mengunyah permen karet, meminum secangkir cokelat hangat, atau menyikat gigi.

Ada Seseorang Yang Makan Di Dekat Anda

Penelitian yang dilakukan di Duke University dan Arizona State University mengungkapkan bahwa wanita cenderung mengikuti kebiasaan makan teman atau wanita lainnya. Ketika seseorang makan, orang-orang yang bersamanya pun ingin ikut makan. Itulah sebabnya, sebaiknya Anda segera beranjak dari tempat duduk setelah selesai makan dan berjalan-jalan sebentar agar terhindar dari keinginan untuk menambah porsi saat tiba-tiba rekan Anda yang lain datang dan duduk bersama Anda untuk mulai makan. Tahanlah keinginan untuk ikut makan atau mencicipi makanan teman Anda.

Usai Olahraga Berat

Setelah berolahraga berat, biasanya datang rasa lapar. Akan tetapi, itu bukanlah sinyal bahwa tubuh Anda memerlukan ekstra kalori. Menurut seorang konsultan nutrisi dan diet di New York City, Marissa Lipper, rasa lapar yang datang merupakan sinyal bahwa tubuh membutuhkan nutrisi yang lebih spesifik. Jangan lantas menganggap bahwa usai olahraga berat Anda bebas menyantap apa saja. Makanlah dengan bijak untuk mengembalikan energi yang hilang. Konsumsilah makanan sehat seperti ayam panggang dan nasi merah dengan porsi secukupnya.

Mencium aroma atau melihat makanan lezat

Sering kali kita makan karena nafsu daripada kaena kebutuhan. Ketika melihat makanan, meskipun hanya gambar, hasrat untuk makan bisa saja muncul. Ini juga bisa terjadi ketika mencium aroma lezat makanan yang sedang diolah atau ketika menonton acara masak-memasak di televisi. Untuk menghindarinya, segera berpaling atau pindah channel ketika acara masak tayang. Dengan begitu, nafsu untuk makan pun menghilang.

Stres

Stres dapat memicu hasrat seseorang untuk makan berlebihan oleh karena itu, berhati-hatilah makan disaat stres karena dapat membuat badan Anda semakin melar. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa saat seseorang stres, ia cenderung ingin makan makanan yang tinggi lemak, asin, dan manis. Penyebabnya adalah hormon kortisol dan insulin yang meningkat ketika stres. Jenis makanan tersebut memang terasa nyaman dan enak di mulut. Tapi ingat, makanan tersebut juga memasok banyak kalori kedalam tubuh. Jika stres melanda, jangan buru-buru menyendok es krim atau mengunyah berkeping-keping cokelat.

Baca juga artikel terkait “Rasa Lapar Palsu”┬ádan “Rasa Sakit Saat Lapar”

Author: admin one

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *