Seberapa Pentingkah Konsumsi Serat Saat Berpuasa ? | Diet Sehat

Seberapa Pentingkah Konsumsi Serat Saat Berpuasa ?

Sebelum kita mengetahui kepentingan dalam konsumsi serat saat berpuasa, kita harus mengetahui dulu serat itu seperti apa ? Pada umumnya serat berasal dari tumbuhan dan terdapat 2 jenis serat yaitu serat yang dapat larut dalam air dan serat yang tidak dapat larut dalam air yang nantinya berhubungan dengan proses pencernaan. Awalnya, serat dikenal oleh ahli gizi hanya sebagai pencahar dan tidak memberikan reaksi apapun bagi tubuh, tetapi pandangan tersebut mulai berubah setelah dilakukan penelitian bahwa konsumsi rendah serat dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti jantung koroner, divertikulosis, apendisitis dan kanker kolon sehingga serat dikenal juga dengan serat pangan.

Lantas apakah konsumsi serat saat berpuasa dianjurkan atau tidak. Saat berpuasa kita diharuskan untuk tidak mengkonsumsi apapun selama ┬▒13 jam sehingga sangat dibutuhkan jenis makanan yang dapat mensuplai energi kita dan bertahan lama untuk dikonsumsi saat sahur. Awalnya, kebanyakan orang mengira jenis makanan yang paling cocok dikonsumsi saat sahur adalah sumber karbohidrat seperti nasi, padahal nasi tidak dapat bertahan lama dan cepat terurai menjadi glukosa.

Sehingga, jenis makanan yang cocok untuk dikonsumsi adalah makanan yang mengandung serat, karbohidrat kompleks, dan protein, seperti sayuran dan buah-buahan serta gandum atau beras merah dan daging-dagingan, tempe, tahu serta telur. Karena mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks, protein, dan utamanya serat membuat proses pencernaan makanan akan lebih lama didalam sistem pencernaan tubuh sehingga menghasilkan efek lapar yang lebih lama. Sehingga dapat diketahui bahwa, makanan yang kaya serat dapat membuat tubuh kita tidak mudah lapar.

Adapun mekanisme serat dalam proses pencernaan sehingga dapat membuat tubuh tidak mudah lapar yaitu serat dapat menstimulasi pengunyahan dan aliran saliva serta sekresi cairan lambung, serat juga dapat meningkatkan kepadatan feses dimana akan menurunkan tekanan intraluminal usus besar. Selain itu, efek serat pada usus kecil dianggap karena kemampuannya untuk meningkatkan ketebalan lapisan air. Sehingga makanan kaya akan serat, waktu dicerna lebih lama dalam lambung, kemudian serat akan menarik air dan memberi rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak. Seperti yang sudah diketahui, bahwa terdapat 2 jenis serat yaitu serat larut air di dalam saluran pencernaan akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja sedangkan serat tidak larut air akan membuat kotoran menjadi lembek dan mudah dikeluarkan.

Kebutuhan serat yang dianjurkan sehari-hari dengan mengkonsumsi 2 jenis biji – bijian dan gandum serta 5 jenis buah dan sayuran dan tentunya cukup cairan, dalam arti minum air putih yang cukup. Serat tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan dan sebagai acuan kebutuhan serat yang dianjurkan yaitu 30 gram/hari. Sehingga, dapat diketahui bahwa serat menjadi bagian penting untuk dikonsumsi sehari-hari utamanya dalam menjalankan ibadah puasa baik saat sahur maupun berbuka puasa. Apalagi, saat berpuasa biasanya banyak yang mengalami gangguan pencernaan sehingga konsumsi serat menjadi solusi yang sempurna dengan melihat manfaat yang telah diberikan pada pencernaan kita. Jadi, jangan takut untuk konsumsi buah dan sayur saat berpuasa utamanya saat sahur asalkan tidak berlebihan. Tetap sehat !

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *