Serat dan Manfaat bagi Kesehatan | Diet Sehat

Serat dan Manfaat bagi Kesehatan

Serat pangan atau dietary fiber merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan tersusun dari karbohidrat yang memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan dan penyerapan di usus halus manusia serta mengalami fermentasi sebagian atau keseluruhan di usus besar.

Berdasarkan kelarutannya serat pangan terbagi menjadi dua yaitu serat pangan yang terlarut dan tidak terlarut. Didasarkan pada fungsinya di dalam tanaman, serat dibagi menjadi 3 fraksi utama, yaitu: a. polisakarida structural yang terdapat pada dinding sel, yaitu selulosa, hemiselulosa dan substansi pektat; b. non-polisakarida structural yang sebagian besar terdiri dari lignin; dan c. polisakarida non-struktural, yaitu gum dan agar-agar.

Sayuran dan buah-buahan adalah sumber serat pangan yang paling mudah dijumpai dalam menu masyarakat. Sebagai sumber serat, sayuran dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah atau telah diproses melalui perebusan.

Sayur-sayuran dan buah-buahan mudah ditemukan dalam lingkungan sehari-hari kita sebab di wilayah Indonesia sangat kaya akan aneka buah-buahan. Walaupun kaya akan sumber serat, akan tetapi rata-rata konsumsi serat masyarakat Indonesia masih jauh dari kebutuhan serat yang dianjurkan yaitu 32-38 gr/hari, konsumsi rata-rata masyarakat hanya berkisar antara 9,9 – 10,7 gr/hari. hanya 1/3 dari total kebutuhan konsumsi rata-rata serat. Selanjutnya, berbagai penelitian yang membandingkan peranan serat terhadap kesehatan di Negara maju yang konsumsi seratnya rendah dan Negara berkembang terutama yang konsumsi seratnya tinggi, mengemukakan bahwa beberapa manfaat serat pangan untuk kesehatan, yaitu:

  1. Mengontrol berat badan atau kegemukan (obesitas)

Serat larut air (soluble fiber), seperti pectin serta beberapa hemiselulosa mempunyai kemampuan menahan air dan dapat membentuk cairan kental dalam saluran pencernaan. Sehingga makanan kaya akan serat, waktu dicerna lebih lama dalam lambung, kemudian serat akan menarik air dan memberi rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak. Makanan dengan kandungan serat kasar yang tinggi biasanya mengandung kalori rendah, kadar gula dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas.

  1. Penanggulangan penyakit diabetes

Serat pangan mampu menyerap air dan mengikat glukosa, sehingga mengurangi ketersediaan glukosa. Diet cukup serat juga menyebabkan terjadinya kompleks karbohidrat dan serat, sehingga daya cerna karbohidrat berkurang. Keadaan tersebut mampu meredam kenaikan glukosa darah dan menjadikannya tetap terkonstrol.

  1. Mencegah gangguan gastrointestinal

Konsumsi serat pangan yang cukup, akan memberi bentuk, meningkatkan air dalam feses, menghasilkan feses yang lembut dan tidak keras sehingga hanya dengan kontraksi otot yang rendah, feses dapat dikeluarkan dengan lancar. Hal ini berdampak pada fungsi gastrointestinal lebih baik dan sehat.

  1. Mencegah kanker kolon

Penyebab kanker usus besar diduga karena adanya kontak antara sel-sel dalam usus besar dengan senyawa karsinogen dalam konsentrasi tinggi serta dalam waktu yang lebih lama. Beberapa hipotesis dikemukakan mengenai mekanisme serat pangan dalam mencegah kanker usus besar yaitu konsumsi serat pangan tinggi maka akan mengurangi waktu transit makanan dalam usus lebih pendek, serat pangan memengaruhi mikroflora usus sehingga senyawa karsinogen tidak terbentuk, serat pangan bersifat mengikat air sehingga konsentrasi senyawa karsinogen menjadi lebih rendah.

  1. Mengurangi tingkat kolesterol dan penyakit kardiovaskular

Serat larut air menjerat lemak di dalam usus halus, dengan begitu serat dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah sampai 5% atau lebih. Dalam saluran pencernaan serat dapat mengikat garam empedu(produk akhir kolesterol) kemudian dikeluarkan bersamaan dengan feses. Dengan demikian serat pangan mampu mengurangi kadar kolesterol dalam plasma darah sehingga diduga akan mengurangi dan mencegah risiko penyakit kardiovaskular.

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *