Ternyata, Inilah Pengaruh Besar Hormon Tipuan! | Diet Sehat

Ternyata, Inilah Pengaruh Besar Hormon Tipuan!

Setiap dan semua fungsi tubuh yang dapat dibayangkan, dikendalikan oleh hormon tubuh kita. Dari menit ke menit, biokimia dalam tubuh mencoba untuk mempertahankan homeostatis – sensasi keseimbangan. Selain membantu semua sistem tubuh – ginjal, usus, hati, lemak, sistem saraf, organ reproduksi – saling berkomunikasi satu sama lain, hormon kita memiliki pekerjaan lain yang sangat besar. Setiap kali tubuh kita berinteraksi dengan jutaan variabel eksternal – isi dari makanan kita, waktu di hari itu, intensitas olahraga – sitem endokrin kita merespon, melepaskan hormon untuk membantu kita menyeimbangkan gula darah, pergi tidur, membakar lemak, atau membangun otot.

Satu-satunya masalah adalah bahwa kadang-kadang vfariabel eksternal melesat jauh dari grafik, dan hormon kita tidak tahu dari arah mana untuk naik. Mereka mencoba untuk membantu tubuh mendapatkan kembali keseimbangan kita, tetapi dalam menghadapi makanan yang tidak sehat, lingkungan beracun, atau stress yang terlalu banyak, mereka mulai bereaksi berlebihan dan berlebihan mengimbangi. Saat itulah masalah dimulai.

Terlalu banyak tenggat waktu yang membuat stress mempertinggi lonjakan kortisol pencipta lemak di perut. Estrogen sintesis dalam lingkungan menyerang tubuh dari setiap sudut, dan menipu testosterone kita. Terlalu banyak kehilangan tidur malam membuat turunnya produksi hormon pertumbuhan yang membakar lemak. Melewatkan makan siang membuat lonjakan hormon ghrelin penyebab kelaparan. Kecanduan soda yang mengandung banyak gula menghentikan kerja hormon kepuasan (kenyang) seperti leptin.

Perubahan-perubahan hormonal yang dramatis ini bukanlah bagian dari rencana awal tubuh kita. Jadi, fluktuasi tak terduga ini mulai melemahkan regulasi proses alami tubuh kita. Sistem endokrin kita tidak lagi mengerti seperti apa seharusnya keseimbangan itu. Ia berhenti merespon dengan cara yang seharusnya. Organ-organ kita terpukul, kelenjar kita kelelahan. Kita mengalami hipotiroid, resistansi leptin, dan resistansi insulin. Kemudian, kita mengalami kenaikan berat badan.

baca juga

Author: Anisa Akmal

Andi Khaerunnisa, S.Gz Ahli Gizi dan Nutrisi untuk mendukung program Diet Sehat

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *